kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pakai high heels kurangi gairah seksual


Minggu, 06 Maret 2016 / 17:20 WIB
Pakai high heels kurangi gairah seksual


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Umumnya, wanita pasti akan setuju bahwa mengenakan sepatu tumit tinggi atau high heels, memang ampuh dalam “mendongkrak” postur tubuh sehingga terlihat lebih jenjang dan mengagumkan.

Tak sedikit wanita yang begitu santai mengenakan sepatu high heels sepanjang hari. Apakah mereka lelah dan merasakan sakit di bagian belakang tubuh? Entahlah.

Dilansir dari Womensday.com, Eden Fromberg, D.O., dari SoHo OBGYN, New York, AS, mengatakan bahwa terlalu sering mengenakan sepatu high heels menyebabkan deformasi antara kaki dan panggul wanita.

Lalu, dampak buruk lainnya adalah gangguan pada otot psoas yang terletak di belakang diafragma atau menempel di tulang belakang Anda.

Nah, kondisi yang demikian, kata Fromberg, bisa menyebabkan wanita kurang bergairah saat bercinta. Hasilnya, aktivitas bercinta dengan suami pun berlalu tawar.

“Ketika otos psoas terlalu tegang karena sepanjang hari mengenakan sepatu high heels, ini bisa mempengaruhi sensitivitas Anda terhadap rangsangan seksual sehingga mempengaruhi kemampuan menikmati orgasme,” jelas Fromberg.

Fromberg menegaskan ketika tubuh wanita mengalami deformasi dan ketegangan otot psoas, maka dipastikan mereka cenderung sulit mencapai klimaks ketika berhubungan seksual. 

(Lusina) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×