Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.380
  • EMAS665.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Orang kurus juga terserang kolesterol tinggi, begini penjelasannya

Senin, 18 Februari 2019 / 11:20 WIB

Orang kurus juga terserang kolesterol tinggi, begini penjelasannya
ILUSTRASI. Masakan

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kegemukan atau obesitas menjadi momok bagi sebagian besar dari kita. Selain faktor penampilan yang kurang menarik, kegemukan menjadi faktor risiko munculnya banyak penyakit.

Kegemukan selalu dikaitkan dengan banyaknya lemak. Namun tahukah Anda bahwa kadar lemak yang tinggi bukan hanya menyerang orang gemuk?


Orang yang kurus atau secara postur ideal pun ternyata bisa mengidap penyakit yang satu ini.

Orang-orang menyebutnya kolesterol tinggi, padahal yang terjadi adalah ketidak-seimbangan antara kolesterol baik dan kolesterol jahat.

Penyakit ini disebut dislipidemia. Apa itu dislipidemia?

Sebelum kita berbicara tentang dislipidemia, kita harus mengenal jenis lemak di tubuh kita, antara lain:

- LDL (low-density lipoprotein atau kolesterol jahat),

- HDL (high-density lipoprotein atau kolesterol baik),

- trigliserida (hasil kelebihan konsumsi karbohidrat yang diubah menjadi lemak), dan

- kolesterol total (akumulasi ketiga jenis kolesterol).

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan jenis lemak dalam plasma darah.

Kelainan jenis lemak yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida, serta penurunan kadar kolesterol HDL.

Jadi, tiga hal ini yang terjadi ketika seseorang menderita dislipidemia, bukan hanya kolesterol tinggi semata.

Kadar lemak dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.

Biasanya seseorang disarankan berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan ini. Lamanya puasa 10-12 jam.

Faktor yang mempengaruhi kadar lemak antara lain:

1. Genetik

Faktor ini memiliki peranan paling penting untuk menentukan kadar kolesterol total seseorang.

Kadar kolesterol seseorang dapat rendah atau tinggi sesuai kondisi genetiknya.

Kondisi genetik ini sangat banyak, di antaranya hiperkolesterolemia familial, defisiensi lipoprotein lipase familial, dan defisiensi lipase hepatik.

2. Usia

Semakin bertambahnya usia, fungsi organ akan menurun pula. Fungsi organ yang menurun akan mempengaruhi proses metabolisme kolesterol seseorang.

3. Gaya hidup

Makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol merupakan contoh perilaku yang secara bermakna mempengaruhi kadar kolesterol seseorang.

Semakin sering melakukan hal tersebut, maka kadar kolesterol pun dapat meningkat tajam.

4. Obat anti-kolesterol

Penggunaan obat antikolesterol seperti simvastatin tentu akan mempengaruhi kadar kolesterol darah seseorang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Hanya Orang Gemuk, Kolesterol Tinggi Juga Serang si Kurus,


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Mudik Smart 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0746 || diagnostic_web = 0.7556

Close [X]
×