Omicron BA.2 Terdeteksi di 19 Provinsi, Ini Ciri-Ciri Gejala Varian Lebih Menular Itu

Rabu, 16 Maret 2022 | 22:55 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Omicron BA.2 Terdeteksi di 19 Provinsi, Ini Ciri-Ciri Gejala Varian Lebih Menular Itu


KONTAN.CO.ID - Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di 19 provinsi di Indonesia. Kenali gejala Omicron BA.2 yang lebih menular.

“Saat ini, varian ini (Omicron BA.2) telah terdeteksi di 19 provinsi di Indonesia,” ungkap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (15/3), dikutip dari Kompas.com.

Tapi, Wiku tidak menyebutkan, provinsi mana saja yang sudah memiliki kasus Omicron BA.2, yang mendapat julukan Omicron Siluman.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, porsi Omicron BA.2 mulai dominan di Indonesia. Dalam lebih dari dua bulan terakhir, Indonesia sudah melakukan 8.032 genome sequencing.

Hanya, "Alhamdulillah, kita tidak melihat, dan mudah-mudahan tidak akan melihat, ada kenaikan kembali dari jumlah kasus,” katanya dalam keterangan pers usai rapat terbatas tentang evaluasi PPKM, Senin (14/3).

Baca Juga: Waspada! Penyebaran Omicron BA.2 yang Lebih Menular Mulai Dominan di Indonesia

Gejala Omicron BA.2 berkaitan dengan usus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berdasarkan data awal, mengatakan pada bulan lalu, Omicron BA.2, yang mendapat julukan Omicron Siluman, tampaknya lebih menular dari BA.1, sub-varian asli Omicron.

Dan baru-baru ini, mengutip Livemint.com, beberapa penelitian menyebutkan, Omicron Siluman bisa menyebabkan infeksi parah seperti varian Delta. Namun, penelitian itu belum ditinjau oleh rekan sejawat. 

Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, gejala pasien yang terpapar Omicron BA.2 tidak memiliki perbedaan dengan BA.1, subvarian asli Omicron.

"Gejala-gejala yang timbul mirip dengan subvarian BA.1. Cenderung seperti flu biasa, sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan badan terasa pegal-pegal," sebutnya, Selasa (15/3).

Baca Juga: Kemenkes: Pemerintah Belum Deteksi Kasus Varian Deltacron di Indonesia

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru