CLOSE [X]

NONS Alat Semprot Penangkal Covid-19 Kini Sudah Beredar di Indonesia

Rabu, 20 Juli 2022 | 15:05 WIB   Reporter: Lamgiat Siringoringo
NONS Alat Semprot Penangkal Covid-19 Kini Sudah Beredar di Indonesia

ILUSTRASI. Enovid.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beragam alat pencegah Covid-19 terus dikembangkan. Apalagi kasus Covid-19 di beberapa negara masih terus berkembang.

Salah satu alat pencegah Covid-19 yang saat ini sedang berkembang adalah Nitric Oxide Nasal Spray (NONS). Dalam jurnal kesehatan, The Lancet Global Health menyimpulkan kalau Nitric Oxide Nasal Spray (NONS) yang berbentuk alat semprot dirancang untuk membunuh virus di saluran udara bagian atas.  

Nah salah satu perusahaan yang mengembangkan NONS adalah Sanotize Research and Development Corp. Perusahaan yang berbasis di Vancouver, Kanada ini mereka membuktikan 99,9% efektif dalam membunuh virus.  

NONS besutan Sanotize telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan sejak November 2021 dan beredar di Indonesia sejak Februari 2022 setelah rangkaian Uji Klinis fase III di India selesai dilakukan.

Baca Juga: Segera beredar, obat semprot hidung yang bisa cegah virus Covid-19

Di Indonesia produk NONS dikenal dengan merk Enovid Nose Sanitizer yang dikemas dalam bentuk portable dan mudah dibawa ke mana-mana.  Enovid didatangkan oleh PT Laniros Dian Pharma.

“Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir, NONS dapat membantu menghambat penularan Covid-19 di masyarakat sehingga mempercepat pemulihan kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang telah jenuh dengan masa pandemi yang berkelanjutan.” ujar Elisabeth Paulus, Direktur PT Laniros Dian Pharma.  

Baca Juga: China Catat 1.012 Kasus Covid-19, Pertama Kali Menembus Angka 1.000 dalam 2 Bulan

Penggunaan NONS pada pasien infeksi SARS-CoV-2 gejala ringan dapat membantu mempercepat durasi penyembuhan gejala infeksi. Penelitian berdasarkan pada hasil uji klinis fase 3 yang dilakukan di India terhadap 306 peserta yang merupakan pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan dan tergolong sebagai kelompok beresiko mengalami peningkatan penyakit, tidak divaksinasi, berusia di atas 45 tahun, dan memiliki satu atau lebih penyakit penyerta (komorbid).

Semua peserta menerima perawatan standar antara lain antipiretik untuk pengobatan demam dan nyeri, antitusif untuk batuk, dan hidrasi/nutrisi. Sebanyak 153 pasien diberikan NONS secara rutin 6 kali per hari masing-masing 2 kali semprot per lubang hidung selama 7 hari berturut-turut. Sedangkan 153 pasien lainnya tidak diberikan NONS (placebo).

Dalam penelitian tersebut, didapatkan hasil bahwa pasien yang menggunakan NONS dapat mencapai hasil RT-PCR negatif di hari ke-4, sedangkan mereka yang tidak menggunakan NONS mencapai hasil RT-PCR negatif di hari ke-8. NONS mampu mengurangi virus di rongga hidung sebanyak 93,7% dalam 24 jam dan 99% dalam 48 jam.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Lamgiat Siringoringo

Terbaru