CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Musik metal bisa atasi ketakutan kematian


Rabu, 20 Juli 2016 / 14:42 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Musik heavy metal ternyata membantu penggemarnya menghadapi pemikiran soal kematian. Begitu kata studi di Journal of Psychology of Popular Media, seperti dilansir dari Independent.co.uk.

Rasa identitas yang diciptakan musik bertema kematian memberi penggemarnya arti pada kehidupan mereka. Alhasil, perasaan ini membantu para penggemarnya menghadapi konsep kematian mereka sendiri. Namun, riset pun mengungkapkan, musik tersebut tidak bermanfaat untuk mereka yang tak menyukainya.

Penemuan ini mendukung pemikiran psikologis yang disebut terror management theory (TMT). Menurut TMT, nilai-nilai budaya membantu masyarakat mengatur prospek kematian mereka dengan memberikan kehidupan bernilai dan memiliki tujuan.

"Musik heavy metal sering dikaitkan dengan kematian dan sekarat oleh bukan penggemarnya. Sementara itu, para penggemarnya melaporkan, mendengarkan musik metal merupakan pelarian dari depresi dan bahkan membantu melawan pemikiran yang berkaitan dengan kematian," tulis para psikolog.

"Musik metal dapat dipandang sebagai barang budaya untuk penggemarnya dan dengan demikian dapat membentuk bagian dari identitas sosial mereka," kata psikolog.

(Dhorothea)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×