kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mudah memar? Waspada gangguan autoimun ITP


Senin, 18 April 2016 / 21:17 WIB
Mudah memar? Waspada gangguan autoimun ITP


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tubuh mudah memar, jika terjadi luka berdarah, pendarahan sulit berhenti. Sering mimisan dan menemukan darah pada urin dan feses.

Jika Anda mengalami gejala seperti ini, periksakan diri ke dokter dengan memertimbangkan kemungkinan Anda mengalami gangguan autoimun yang disebut Immune Thrombocytopenic Purpura atau ITP. Ini adalah jenis autoimun bawaan.

ITP didefinisikan sebagai penyakit autoimun yang menyebabkan jumlah platelet (trombositopenia/trombosit) terisolasi yang rendah, dengan sumsum tulang normal dan tidak adanya penyebab lain dari trombositopenia. Hal ini menyebabkan ruam atau memar berkarakteristik tertentu dan pendarahan.

Trombosit adalah sel darah yang membantu dalam penggumpalan darah untuk mencegah dan menghentikan pendarahan. Normalnya trombosit berada di kisaran 150.000 – 450.000/mm3.

Dalam keadaan normal, umur trombosit sekitar 10 hari, sedangkan pada ITP, umur trombosit memendek menjadi 2-3 hari atau bahkan hanya beberapa menit saja.

Dua sindrom klinis ITP yang berbeda bermanifestasi sebagai kondisi akut pada anak-anak dan kondisi kronis pada orang dewasa. Bentuk akut sering diikuti dengan infeksi dan memiliki resolusi spontan dalam waktu dua bulan. ITP kronis berlanjut lebih dari enam bulan dengan penyebab spesifik yang tidak diketahui.

Diagnosis ITP dilihat dari jumlah trombosit yang rendah dalam tes darah lengkap (tes darah umum). Namun, karena diagnosis juga tergantung pada penyebab lain, penyelidikan tambahan (seperti biopsi sumsum tulang) mungkin diperlukan dalam beberapa kasus.

Pada kasus ringan, observasi hati-hati mungkin diperlukan tapi jumlah trombosit yang sangat rendah atau perdarahan yang signifikan mungkin akan memerlukan pengobatan dengan kortikosteroid, imunoglobulin intravena, anti-D immunoglobulin, atau obat imunosupresif.

Transfusi trombosit dapat dilakukan namun kadang-kadang tubuh mengompensasinya dengan membentuk trombosit berukuran besar yang abnormal. (Lily Turangan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×