Metode NGS CITO Ampuh Diagnosa Kanker Payudara dan Ovarium

Kamis, 17 Maret 2022 | 13:50 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Metode NGS CITO Ampuh Diagnosa Kanker Payudara dan Ovarium

ILUSTRASI. Dr Dyah Anggraeni M.Kes, Sp.PK. CEO CITO Laboratorium Klinik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kalian wajib tahu nih! World Health Organization (WHO) merilis data Global Cancer Observatory 2020 yang mengagetkan. Ternyata, kanker payudara menempati posisi tertinggi, dalam penambahan jumlah kasus terbanyak. Yakni 2,2 juta orang atau 24,5% di dunia.

Celakanya, jumlah penderita kanker payudara di Indonesia –yang terdeteksi-- pun sama, yakni 16,5% atau 65.858 kasus baru. Angka kematian akibat kanker ini menempati posisi kedua, dengan jumlah kasus sebanyak 22.430 atau 9,6% dari seluruh total kematian akibat kanker.

Di Asia, kanker adalah penyebab kematian nomor satu. Lebih dari 22.000 jiwa dan sekitar 10% kanker disebabkan oleh faktor keturunan. Kanker yang disebabkan oleh keturunan (hereditary cancer) sendiri tercatat sebanyak 50% dapat diturunkan ke generasi berikutnya.

Baca Juga: 7 Manfaat Biji Ketumbar untuk Kesehatan, Bisa Menurunkan Gula Darah

“Karena itu, deteksi dini terhadap ancaman kanker payudara ini menjadi sangat penting, terutama pada perempuan. Waspadai gejala awalnya, dan itu mudah diamati. Biasanya diawali dengan benjolan pada payudara,” kata Dr Dyah Anggraeni M.Kes, Sp.PK. CEO CITO Laboratorium Klinik dalam keterangan persnya, Kamis (17/3). 

Lalu? “Cek benjolan dengan USG dulu, apakah berbentuk padat atau mengandung cairan. Untuk mengonfirmasinya, lakukan cek pemeriksaan NGS, agar bisa memeriksa keberadaan mutasi gen BRCA1 & BRCA2 sebagai salah satu penyebab kanker payudara,” ungkap Dyah yang jebolan UGM Jogjakarta ini.

BRCA adalah Breast Cancer Gene, atau gen kanker payudara, dalam tubuh berfungsi membantu memperbaiki bila ada kerusakan DNA yang menyebabkan kanker dan pertumbuhan tumor. Gen BRCA sendiri ada 2 jenis, BRCA1 dan BRCA2. 

Apabila terjadi mutasi gen BRCA, maka kemampuan tubuh untuk menekan terjadinya kanker payudara dan kanker ovarium menurun.

Karena itu, orang yang mempunyai mutasi gen BRCA lebih berisiko untuk terkena kanker payudara dan ovarium di usia yang lebih muda dibanding penderita lainnya. Tidak hanya itu, mutasi gen BRCA1 & BRCA2 juga dapat menyebabkan kanker prostat dan pankreas.

Editor: Yudho Winarto

Terbaru