kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Menikah bikin badan jadi gemuk?


Minggu, 02 Juli 2017 / 14:41 WIB
Menikah bikin badan jadi gemuk?


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pernikahan pasti akan membawa banyak perubahan dalam hidup Anda. 

Banyak hal menyenangkan diperoleh setelah menikah, dan itulah salah satu penyebab Anda menjadi lebih gemuk.

Penelitian dari the University of Bath’s School of Management di Inggris yang memeriksa data dari 9.000 orang menemukan bahwa pria yang menikah memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi daripada mereka yang tidak menikah.

Selain itu, peneliti Joanna Syrda, Ph.D juga mendapati bahwa penambahan berat terbesar terjadi setelah para pria itu menjadi ayah alias setelah kelahiran anak mereka.

Namun sebaliknya, mereka yang pernikahannya berantakan umumnya mengalami penurunan BMI setelah bercerai. Ini mungkin akibat stress yang diikuti berkurangnya nafsu makan.

Lalu mengapa menikah bisa membuat ukuran celana kita semakin besar? Syrda yakin temuan dalam penelitian ini mendukung anggapan lama soal pernikahan dan pertambahan berat badan. 

Misalnya,  setelah menikah maka kita akan makan lebih teratur, atau menikah membuat kita harus bersosialisasi dengan menghadiri berbagai undangan, dan membuat kita lebih sering makan.

Sementara para pria lajang yang masih mencari pasangan umumnya lebih berusaha menjaga penampilan agar menarik sehingga lebih bisa mengatur pola makan dan lebih sempat berolahraga.

Masalahnya, membiarkan diri kita menjadi semakin gemuk setelah menikah bisa memunculkan problem, seperti meningkatnya risiko kesehatan karena penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker.

Itulah sebabnya, menurut Syrda, para ayah perlu menyadari “bahaya menikah” bagi kesehatannya, sehingga perlu tetap mengatur pola makan dan menjaga kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×