kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Mengurangi efek negatif dari kebanyakan duduk

Sabtu, 04 Juni 2016 / 14:10 WIB

Mengurangi efek negatif dari kebanyakan duduk



JAKARTA. Menghabiskan banyak waktu kita untuk duduk sudah tentu berdampak buruk bagi kesehatan. Tapi, gaya hidup modern memaksa kita untuk lebih banyak duduk dibanding bergerak. Untuk mengurangi efek negatif dari terlalu banyak duduk itu, ada beberapa tips kesehatan yang bisa kita lakukan. 

1. Posisi leher
Menatap layar komputer terlalu lama bisa membuat leher menjadi tegang. Menundukkan kepala 30 derajat saat mengerjakan sesuatu di depan komputer membutuhkan kekuatan otot sampai empat kali lipat dibanding menatap lurus.

Atasi dengan memposisikan layar komputer selevel dengan dagu, sehingga leher berada dalam posisi netral. Atur cahaya komputer agar tidak terlalu gelap sehingga Anda tidak perlu maju untuk melihat dengan jelas.

2. Kurang konsentrasi
Efek langsung dari kebanyakan duduk adalah sirkulasi darah tidak lancar, sehingga oksigen tidak bisa mencapai otak sesuai yang dibutuhkan. Akibatnya, kemampuan otak menurun dan sulit berkonsentrasi. 

Lakukan jeda dari duduk secara berkala untuk berjalan atau menggerakkan badan sehingga peredaran darah kembali lancar.

3. Depresi
Duduk lebih dari 7 jam dalam sehari membuat kita rentan mengalami depresi. Atasi dengan menyempatkan waktu berada di alam bebas. Berjalan kaki atau duduk-duduk santai di luar ruangan dengan udara yang bersih, terbukti mengurangi emosi negatif.

4. Gangguan insulin
Efek negatif gaya hidup kebanyakan duduk yang sering tidak disadari karena tidak bergejala adalah gangguan insulin. Lama kelamaan hal ini memicu diabetes melitus.

Cegah dampak buruk tersebut dengan menjaga hidrasi tubuh. Konsumsi air putih secara cukup. Ketika kita dehidrasi, hormon vasopresin meningkat sehinggga kadar gula darah naik dan kemampuan tubuh menggunakan insulin terganggu.

5. Nyeri punggung
Pegal-pegal dan nyeri punggung adalah keluhan umum para pekerja kantoran yang sehari-harinya hanya duduk. Perhatikan postur tubuh saat bekerja di belakang meja. Atur pula posisi layar, papan ketik, dan sandaran kursi. 

6. Penumpukan lemak
Gaya hidup tidak aktif tentu akan menyebabkan pengeluaran energi berkurang. Hal ini juga mengurangi aktivitas enzim pembakar lemak lipoportein lipase. 

Selain jeda dari duduk, lakukan peregangan di kursi agar sirkulasi darah lancar. Gerakkan semua bagian tubuh, mulai dari kepala, pundak, tangan, hingga kaki. (Lusia Kus Anna)

Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

KESEHATAN UMUM

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0026 || diagnostic_api_kanan = 0.0590 || diagnostic_web = 0.2969

Close [X]
×