Mengenal gejala varian Omicron, tak biasa tapi ringan

Jumat, 03 Desember 2021 | 23:10 WIB Sumber: Telegraph,AFP,Reuters
Mengenal gejala varian Omicron, tak biasa tapi ringan

KONTAN.CO.ID - Penyebaran varian Omicron makin meluas, bercokol di banyak negara Asia, dan semakin dekat dengan Indonesia setelah Singapura dan Malaysia melaporkan kasus. Anda mesti mengenali gejala varian baru virus corona itu.

Seorang dokter di Afrika Selatan, yang pertama memberi tahu pihak berwenang tentang pasien yang terpapar varian Omicron, mengatakan kepada The Telegraph, gejala varian baru virus corona itu tidak biasa tetapi ringan.

Dr Angelique Coetzee mengungkapkan, dia pertama kali diberitahu tentang kemungkinan varian baru ketika pasien mulai datang awal bulan ini ke tempat praktik pribadinya di Pretoria, ibu kota Afrika Selatan, dengan gejala Covid-19 yang tidak biasa.

Mereka termasuk orang-orang muda dari berbagai latar belakang dan etnis dengan kelelahan yang hebat, dan seorang anak berusia enam tahun dengan denyut nadi yang sangat tinggi, ia membeberkan. Tapi, tidak ada yang mengalami kehilangan rasa atau bau.

Baca Juga: Dari WHO, ini 8 hal yang perlu Anda ketahui tentang varian Omicron

“Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya,” kata dr Coetzee, dokter umum yang selama 33 tahun memimpin Asosiasi Medis Afrika Selatan.

Pada 18 November, ketika ada empat anggota keluarga yang positif Covid-19 dengan gejala kelelahan total, dr Coetzee langsung memberi tahu Komite Penasihat Vaksin Afrika Selatan.

Gejala varian Omicron

Menurutnya, secara total, sekitar dua lusin pasiennya positif Covid-19 dengan gejala varian baru. Mereka kebanyakan adalah pria sehat dengan gejala "merasa sangat lelah". Sekitar setengah dari mereka tidak divaksinasi.

“Kami memiliki satu kasus yang sangat menarik, seorang anak, sekitar enam tahun, dengan suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi, dan saya bertanya-tanya, apakah saya harus menerimanya. Tetapi, ketika saya menanganinya, dua hari kemudian, dia jauh lebih baik,” ujar dr Coetzee.

Baca Juga: Peringatan terbaru WHO: Risiko global terkait varian Omicron sangat tinggi

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru