Mengatur ventilasi ruangan yang ideal di tengah pandemi

Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Mengatur ventilasi ruangan yang ideal di tengah pandemi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga kini, pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Bahkan, kasus positif virus Corona masih mengalami peningkatan setiap harinya. Oleh karenanya, sangat penting untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan virus ini.

Di samping itu, kita juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Seperti yang dilakukan Corporate Secretary PT Putra Rajawali Kencana Tbk, Ratna Hidayati yang selalu rutin melakukan olahraga tiap hari. "Sebisa mungkin jalan kaki minimal 45 menit. Kalau aktivitas padat banget latihan low impact/cardio 30 menit," kata Ratna kepada kontan.co.id, Senin (29/3).

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Senin (29/3): Tambah 5.008 kasus baru, disiplin pakai masker

Selain itu dalam berupaya menjaga imun agar tetap prima, dirinya juga memperbanyak konsumsi makanan sehat, dan mengurangi makanan yang tidak sehat.

"Di samping itu dalam menciptakan kondisi dan ventilasi ruangan yang ideal untuk menangkal virus biasanya di kantor saya pasang air purifier sepanjang hari, terus tiap hari mengaktifkan virus sterilizer sejam. Sementara kalau di rumah buka pintu dan jendela saat siang hari," jelas Ratna.

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Simasnet Teguh Aria Djana mengatakan, di kantor biasanya dirinya juga selalu menerapkan social distancing.

"Sehingga jarak duduk karyawan kita perlebar jadi 1,5-2 meter dan jendela kita buka sebagian agat tetap ada sirkulasi dengan udara luar," ujar Teguh.

Selain itu ia menyebut, setiap karyawan wajib memakai masker selama bekerja, dan meeting di lakukan secara virtual meskipun antar departemen/internal.

Serupa, Marketing and Communication Group Head Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama juga menyebut, sirkulasi udara di rumah berperan sangat penting untuk kesehatan, khususnya selama pandemi Covid-19.

Sirkulasi udara termasuk penyaringan dan pertukaran udara akan mengurangi potensi tertular virus, kuman dan bakteri dan begitupun sebaliknya.

Baca Juga: Pengiriman vaksin AstraZeneca terkendala embargo, ini dampaknya menurut ekonom

"Untuk menjaga hal tersebut, saya selalu membuka pintu dan jendela setiap pagi dan sore hari di rumah. Hal ini dimaksudkan agar sirkulasi udara berjalan dan cahaya matahari pun cukup, sehingga rumah tidak lembab," ungkap Vivin.

Kendati demikian, menurutnya membiarkan jendela dan pintu terbuka juga bisa menyebabkan polutan berupa debu dan kotoran yang terbawa angin masuk ke dalam rumah. Selain mengatur sirkulasi, penting juga untuk selalu membersihkan rumah secara teratur.

Selain itu, untuk ruang kerja di rumah ia atur dekat dengan jendela supaya tetap ada ventilasi dan sinar matahari selama bekerja. "Penggunaan AC juga tidak dinyalakan sepanjang hari. Pagi udara dari luar. Siang saat matahari mulai panas baru menggunakan AC," kata Vivin.

Editor: Yudho Winarto
Tag
Terbaru