kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mengapa banyak orang ingin loncat dari ketinggian?


Jumat, 18 Maret 2016 / 10:38 WIB
Mengapa banyak orang ingin loncat dari ketinggian?


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA.  Mungkin Anda pernah merasa seolah ingin loncat saat sedang berada di tempat tinggi. Misalnya saat ada di restoran yang berada di atas gedung lalu berpikir, "Bagaimana seandainya aku melompat?"

Para pakar kesehatan jiwa menyebut dorongan tersebut kemungkinan bukanlah sebuah ide bunuh diri, melainkan sebuah cara rumit dari otak kita dalam mensyukuri kehidupan. 

Pikiran untuk meloncat saat berada di tempat tinggi disebut juga dengan fenomena tempat tinggi.

Dalam survei yang dilakukan oleh Jennifer Hames dari Joiner Lab Florida State University diketahui tipe orang yang sering mengalami fenomena tersebut.

Orang yang memiliki kecemasan tinggi lebih sensitif pada fenomena tempat tinggi. Bukan hanya itu, mereka yang mengalami kecemasan juga memang rentan bunuh diri. 

Yang menarik, sekitar 50 persen yang cemas dan pernah mengalami fenomena tersebut sebelumnya tidak memiliki kecenderungan bunuh diri. 

Menurut Hames, seseorang yang berada di tempat tinggi, walau ia tidak ada bahaya terjatuh tapi insting mereka merasa demikian. Lalu saat pikiran rasional sudah muncul mengenai kondisi yang dihadapi, mereka kaget karena sempat muncul rasa ingin meloncat.

"Orang yang mengalami fenomena tempat tinggi bukan berarti ingin bunuh diri, malah itu menggambarkan sensitivitas mereka dan menegaskan kemauan mereka untuk tetap hidup," kata Harmes.

Teori Hames ini memang perlu dibuktikan lagi dengan penelitian yang lebih dalam. (Lusia Kus Anna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×