O

Masih pandemi, epidemiolog rekomendasikan masyarakat silaturahmi secara virtual

Selasa, 18 Mei 2021 | 10:35 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Masih pandemi, epidemiolog rekomendasikan masyarakat silaturahmi secara virtual


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momen berkumpul bersama keluarga besar di Hari Raya menjadi hal yang paling ditunggu. Namun tahun ini, masyarakat masih perlu realistis untuk tidak bepergian dan melakukan silaturahmi fisik karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menuturkan, kegiatan halal bi halal atau silaturahmi yang paling aman dan relevan dilakukan adalah silaturahmi secara virtual di masa pandemi ini.

"Sebagian besar bisa melaksanakan silaturahmi melalui Zoom. Kalau silaturahmi secara langsung, tentu tidak mungkin dilakukan hanya dengan 10 orang, pasti lebih. Hal itu beresiko tinggi sebab banyak orang bukan berasal dari keluarga inti yang tidak diketahui riwayat kontaknya" jelas Pandu saat dihubungi oleh Kontan, Senin (17/5).

Baca Juga: Penambahan kasus Corona akan terlihat 2 pekan setelah Lebaran

Ia melanjutkan, resiko silaturahmi atau pertemuan makin meningkat jika terjadi di ruangan kecil dan tertutup. Pandu menuturkan, resiko bisa diperkecil dengan melakukan tes antigen atau swab sebelum pertemuan untuk memastikan tiap individu bebas Covid-19.

Hal ini bisa dilakukan, namun dengan jumlah tamu yang sangat terbatas. Tetapi , Pandu juta menegaskan, cara tersebut tidak efisien sebab hasil tes keluar setelah 24 jam. Dengan demikian dirinya tetap merekomendasikan melakukan silaturahmi dan pertemuan melalui jalur virtual.

"Kalau kita sangat terpaksa untuk melakukan pertemuan secara fisik, paling penting dilakukan adalah memastikan tidak ada kerumunan atau tidak lebih dari 5 orang dan itu dihadiri keluarga inti. Setelahnya lakukan tes terlebih dahulu. Setelah hasil keluar negatif, kita lakukan pertemuan di halaman atau ruang terbuka dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak. Kita pastikan, hanya keluarga inti saja yang ada," jelasnya lagi.

Ia juga menutup kemungkinan untuk bersilaturahmi fisik dengan orang yang tidak dikenal. Walau hanya berjumlah 3 sampai 4 orang, kehadiran tersebut tetap beresiko karena tidak diketahui riwayat kontaknya. "Jika bersilaturahmi dengan anggota keluarga berjumlah lebih dari 5 orang yang tinggal serumah dan menjaga jarak dari luar, maka itu tidak apa-apa. Yang terpenting, mereka bukan dari luar," tutupnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Sinar Mas awali pelaksanaan penyuntikan vaksinasi gotong royong

 

Editor: Handoyo .
Terbaru