kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Makan Telur Secara Rutin Bisa Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke, Benarkah?


Senin, 20 Juni 2022 / 13:00 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi telur dalam jumlah sedang bisa mencegah penyakit jantung dan stroke.  

Telur biasa dikonsumsi saat pagi hari sebagai sarapan. Umumnya, telur dimasak dengan cara digoreng atau direbus. 

Baca Juga: Ini Cara Minum Teh Bunga Telang untuk Menurunkan Berat Badan

Telur merupakan bahan makanan yang padat nutrisi dan memiliki rasa lezat. 

Namun, sebagian orang sengaja menghindari konsumsi telur, dengan alasan kesehatan. 

Mengutip dari FOOD NDTV, konsumsi telur dalam jumlah sedang bisa meningkatkan jumlah metabolit jantung sehat dalam dalam. 

Hal tersebut disebutkan dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal eLife. Para ilmuwan dari China juga menemukan hal yang sama. 

Selain mengandung kolesterol, telur juga mengandung nutrisi lainnya. 

Sebuah penelitian tahun 2018 yang diterbitkan dalam Jurnal Heart menunjukkan bahwa orang yang makan telur setiap hari (satu telur per hari) memiliki risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah dibandingkan orang yang jarang makan telur. 

Para ilmuwan melibatkan 4.778 orang dari China Kadoorie Biobank, 3.401 di antaranya memiliki penyakit kardiovaskular dan 1.377 orang tidak. 

Mereka mengukur 225 metabolit dalam sampel plasma yang dikumpulkan dari darah individu menggunakan teknik yang disebut resonansi magnetik nuklir yang ditargetkan. 

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang makan telur dalam jumlah sedang memiliki jumlah apolipoprotein A1 yang lebih signifikan dalam darah, komponen HDL lebih besar. 

Konsentrasi HDL yang besar bisa membantu menghilangkan kolesterol dan mencegah penyumbatan aliran darah penyebab serangan jantung dan stroke. 

Selain itu, peneliti menemukan 14 metabolit yang terkait dengan penyakit jantung. 

Dibandingkan dengan mereka yang makan telur lebih sering, orang yang makan telur lebih sedikit memiliki tingkat metabolik baik lebih rendah dan jumlah racun yang lebih tinggi dalam darah. 

"Bersama-sama, hasil kami memberikan penjelasan potensial tentang bagaimana makan telur dalam jumlah sedang bisa membantu melindungi dari penyakit jantung," kata penulis Canqing Yu, Associate Professor, Departemen Epidemiologi dan Biostatistik, Universitas Peking. 

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi hubungan metabolid lipid dengan konsumsi telur dan risiko penyakit kardiovaskular. 

Baca Juga: Selain Air Perasan Lemon, Ini 4 Minuman yang Bikin Kolesterol Jahat Rontok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×