Makan Gula Berlebihan Menyebabkan Diabetes?

Senin, 16 Januari 2023 | 11:43 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Makan Gula Berlebihan Menyebabkan Diabetes?

ILUSTRASI. Gula yang dikonsumsi berlebihan tidak langsung menyebabkan diabetes.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gula sering disebut-sebut jadi biang kerok diabetes, benarkah demikian? 

Makanan dan minuman manis yang mengandung gula bisa membuat ketagihan. Sehingga, sebagian orang mengonsumsi makanan dan minuman manis tersebut hampir setiap hari. 

Baca Juga: Menurunkan Gula Darah! Ini Jus yang Aman dan Baik Diminum Penderita Diabetes

Alhasil, gula yang masuk ke dalam tubuh terus menumpuk. Nah, sebagian orang percaya bila konsumsi gula berlebihan bisa memicu diabetes. 

Benarkah hal tersebut? 

Mengutip dari situs Verywell Health, konsumsi gula dalam jumlah tinggi tidak langsung menyebabkan diabetes. 

Namun, mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula bisa menyebabkan kenaikan berat badan. 

Perlu Anda ketahui, kenaikan berat badan yang berlebihan bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. 

Penyebab diabetes 

Penyakit diabetes tipe 1 tidak berhubungan dengan pola makan dan gaya hidup. 

Faktor genetika dan lingkungan yang bisa menyebabkan seseorang menderita diabetes tipe 1. 

Sedangkan, diabetes tipe 2 merupakan penyakit multifaktorial yang kompleks dengan berbagai penyebab dan faktor risiko. 

Beberapa faktor yang menyebabkan orang menderita diabetes tipe 2 adalah: 

  • Memiliki pradiabetes (kadar gula darah rata-rata tinggi tapi tidak cukup tinggi untuk mendiagnosis diabetes) 
  • Berusia 45 tahun atau lebih 
  • Riwayat kesehatan keluarga 
  • Pernah menderita diabetes gestasional 

Asal tahu saja, diabetes tipe 2 bisa dicegah atau ditunda dengan membuat perubahan gaya hidup yang positif, termasuk menjalankan pola makan sehat, olahraga secara teratur, dan menurunkan berat badan. 

Gejala konsumsi gula berlebihan 

Pada orang tanpa diabetes atau pradiabetes, tubuh cukup baik dalam mengatur kadar gula darah dan menjaganya untuk tetap stabil. 

Namun, jika gula darah terlalu tinggi karena resistensi insulin, tidak cukup insulin, atau sebab lainnya, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai. 

Berikut gejala gula darah tinggi: 

  • Rasa haus yang berlebihan 
  • Sering buang air kecil
  • Rasa lapar meningkat 
  • Penglihatan kabur 
  • Kelelahan 
  • Sering menderita infeksi jamur 

Dalam kasus yang lebih parah, hiperglikemia juga bisa menyebabkan: 

  • Penurunan berat badan tanpa diet 
  • Nafas berbau manis atau buah 
  • Sakit perut, mual, atau muntah 
  • Luka atau borok lama sembuh 
  • Sering kesemutan atau mati rasa 

Jumlah konsumsi gula yang disarankan 

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan orang berusia 2 tahun ke atas untuk mengonsumsi kurang dari 10% dari total kalori harian. 

The American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi gula tambahan tidak lebih dari 6% dari jumlah kalori harian. 

Jumlah tersebut setara dengan 9 sendok teh atau 150 kalori untuk laki-laki dan 6 sendok teh atau 100 kalori untuk perempuan. 

Anak di bawah usia 2 tahun tidak disarankan konsumsi gula tambahan dari makanan atau minuman. 

Baca Juga: 4 Hal yang Membuat Mentimun Efektif Melunturkan Lemak Perut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru