kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.648   62,00   0,35%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kurang tidur, tinggi anak terhambat


Kamis, 08 September 2016 / 09:50 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Riset dari Universitas Bristol, Inggris, menyebutkan, anak yang tubuhnya tinggi memiliki kecerdasan lebih tinggi. Agar target ini tercapai, kebutuhan gizi anak haruslah terpenuhi dengan baik.

Sayangnya, pemenuhan gizi pada periode golden age pada anak tidak dipenuhi oleh orangtua. Hal ini menyebabkan pertumbuhan anak selanjutnya akan sangat lambat, demikian menurut Atmarita, dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

Amarita dan Abdul Razak Thaha, Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Hassanudin juga menjelaskan ada beberapa hal menghambat pertumbuhan tinggi badan anak:

  1. Kurangnya kandungan zat gizi dalam menu sehari-harinya. Riset tersebut menyebut, selain faktor genetik, yang menyebabkan anak tinggi cenderung lebih pintar adalah faktor nutrisi dan stimulasi. Zat gizi yang terkait dengan pertumbuhan tinggi badan adalah energi, protein, kalsium, vitamin D, yodium, zat besi, zinc, dan vitamin C.
  2. Tulang merupakan organ utama penyangga dan penentu tinggi tubuh yang terdiri atas susunan kalsium, fosfat, magnesium, dan beberapa zat lainnya. Karena itu, bahan makanan yang kaya akan kalsium, seperti telur dan susu, sangat baik dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan tulang si buah hati. Kurangnya asupan mineral tersebut bisa menghambat pertumbuhan tulang anak.
  3. Berat badan anak berlebihan. Berat badan berlebih atau obesitas juga menjadi salah satu penyebab terhambatnya pertumbuhan tulang sehingga tinggi anak tidak maksimal. Obesitas menyebabkan penumpukan lemak di bawah kulit yang akan menghambat penyerapan kalsium.
  4. Anak sering sakit. Tinggi badan juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan. Si prasekolah yang sering sakit bisa terhambat pertumbuhannya.
  5. Kurang istirahat. Tidur yang berkualitas memengaruhi pertumbuhan tinggi badan. Kenapa? Karena hormon pertumbuhan bekerja dengan baik sewaktu tidur, terutama tidur siang. Kala itu, human-Growth Hormone (h-Gh) dalam darah meningkat. Setidaknya tidur siang selama 1-2 jam sudah cukup. Yang memengaruhi bukan durasi atau lamanya tidur, akan tetapi bagaimana kualitas tidur si prasekolah tersebut. Kurang tidur jelas akan menghambat pertumbuhan anak.

Jadi, mulai sekarang, pastikan kebutuhan anak tercukupi agar anak tumbuh tinggi sesuai potensinya dan lebih cerdas.

(Hilman Hilmansyah/Tabloid Nakita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×