kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kurang nutrisi sebabkan anak menderita 5 hal ini


Kamis, 30 Maret 2017 / 07:52 WIB
Kurang nutrisi sebabkan anak menderita 5 hal ini


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Agar anak-anak tumbuh sehat dan bahagia, pastikan makanan yang dikonsumsi di masa bayi dan balita, mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. 

Nutrisi yang cukup bukan hanya menyehatkan, tapi juga mencerdaskan. Ketahui apa saja efek kekurangan nutrisi pada tubuh anak.

1. Luka lama sembuh
Anak selalu aktif bergerak dan gaya hidup penuh energi itu membuat mereka rentan terbentur, tergores, atau terjatuh. 

Vitamin C sangat penting bagi kekebalan tubuh, termasuk juga menyembuhkan luka. Anak yang kekurangan vitamin C akan mengalami luka yang lama sembuh ketika sakit. Bukan hanya itu, mereka juga rentan terkena infeksi dan sakit.

2. Gangguan penglihatan
Selain mendongkrak perkembangan intelektual dan kognitif, kebiasaan membaca juga mendorong imajinasi anak ke level lebih tinggi. Namun, jika si kecil kekurangan vitamin A ia beresiko besar mengalami gangguan penglihatan.

Kekurangan vitamin A adalah masalah serius di lebih dari separuh negara di dunia, terutama pada ibu hamil dan balita. Kebutaan akibat defisiensi vitamin A sebenarnya dapat dicegah dengan mengonsumi buah, sayuran, atau makanan sumber vitamin A lainnya. 
Pemerintah di banyak negara juga melakukan program pemberian vitamin A pada bayi atau pun fortisikasi pada makanan.

3. Lemah dan kurang berenergi
Kekurangan vitamin B bisa membuat anak mengalami gejala lemah dan napas pendek-pendek. Akibatnya anak jadi kurang bersemangat bermain dengan temannya di luar ruangan karena gampang kelelahan. Vitamin B12 memang bekerja untuk mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.

4. Pulih dari patah tulang
Terkadang permainan fisik yang dilakukannya membuat anak mengalami cidera serius, seperti patah tulang. Pada anak yang sehat, proses pemulihan cidera relatif cepat. Namun, tidak demikian halnya dengan anak yang kurang vitamin D.

"Kesehatan tulang sangatlah penting bagi kesehatan anak, bukan hanya karena mereka sedang masa pertumbuhan, tapi juga karena mereka sangat aktif. Pola makan yang kurang vitamin D membuat anak yang aktif rentan cidera tulang,' kata ahli gizi Andy De Santis.

5. Tumbuh tinggi
Memang faktor genetik berpengaruh pada tinggi badan seorang anak, tetapi faktor lingkungan, seperti nutrisi, juga berpengaruh besar. Kekurangan nutrisi di usia bayi, dimulai sejak dalam kandungan, akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. (Lusia Kus Anna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×