CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kulit leher Anda menghitam? Hati-hati itu bisa jadi pertanda penyakit


Senin, 02 September 2019 / 23:25 WIB

Kulit leher Anda menghitam? Hati-hati itu bisa jadi pertanda penyakit
ILUSTRASI. Ilustrasi Kesehatan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan pada tubuh yang bisa dirasakan ataupun dilihat secara kasat mata bisa menjadi pertanda kamu menderita penyakit serius.

Gejala-gejala penyakit serius biasanya memang muncul dari tanda pada tubuh yang acapkali dianggap sepele. Misalnya saja perubahan warna kulit.

Warna kulit yang tampak menebal dan menghitam pada bagian leher biasanya dianggap sisa kotoran yang tak bersih dibilas saat mandi.

Padahal perubahan warna kulit pada leher yang tampak menghitam itu bisa jadi pertanda kamu menderita penyakit serius.

Dalam istilah medis, leher menghitam disebut juga acanthrosis nigricans (AN).

Baca Juga: Ini alasan bakteri bersarang dalam sel organ tubuh

Kondisi ini menyebabkan kulit menjadi gelap dan tebal hingga mungkin terasa seperti beludru yang bertekstur.

AN dapat muncul di lipatan kulit lainnya seperti pangkal paha, di ketiak, tapi yang paling umum di lipatan leher.

Kondisi ini juga dapat terjadi pada siapa saja, terutama pada anak-anak.

Kulit yang menghitam dan menebal ini ternyata juga berhubungan dengan kadar insulin dalam tubuh seseorang.

Jadi kalau Anda atau anak Anda memiliki kulit menghitam di bagian belakang leher, itu artinya Anda cenderung memiliki kadar gula tinggi atau rentan mengalami diabetes.

Baca Juga: Tiba-tiba muncul memar di tubuh, bisa jadi Anda terkena diabetes

Anak-anak yang memiliki AN juga berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 jika tak segera ditangani.

Selain menjadi tanda awal penyakit diabetes, kulit belakang leher yang menghitam dan tebal juga menunjukkan berbagai kondisi, misalnya:

1. Sindrom cushing

Sindrom ini terjadi karena kadar hormon kortisol yang tinggi secara abnormal. Biasanya disebabkan oleh penggunaan obat kortikosteroid yang berlebihan.

Sindrom cushing disertai dengan gejala munculnya stretch mark, penambahan berat badan signifikan, mudah lelah dan tekanan darah selalu tinggi.

2. Gangguan hormonal

AN juga dapat terjadi karena hormon dalam tubuh tidak seimbang. Produksi hormon insulin yang kurang atau hormon lain yang berlebihan bisa menyebabkan penebalan kulit.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0023 || diagnostic_web = 0.1672

Close [X]
×