kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Ketika bobot janin terlalu kecil


Kamis, 07 Januari 2016 / 15:35 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Selama kehamilan Ibu wajib memeriksakan kandungannya.

Dipemeriksaan itu, dokter akan memantau berat badan janin berdasarkan dua hal, yaitu sesuai usianya dan juga perkembangannya.

Lalu bagaimana jika berat badan bayi tidak bertambah selama di dalam kandungan?

Jika berat badan janin tidak bertambah dalam dua minggu maka ia memiliki perkembangan yang lambat.

Namun, dokter biasanya akan melihat berdasarkan ukuran janin sesuai dengan usianya.

"Dari hasil USG dapat dilihat juga apakah meski beratnya kecil tapi ukurannya simetris atau tidak. Kalau tidak simetris, misalnya ukuran kepala normal atau perutnya kecil, mungkin ada gangguan kongenital. Namun bila perbandingan kepala dan perut janin simestris, maka Ibu disarankan untuk melakukan intervensi nutrisi untuk mengejar pertambahan berat badan janin," ujar Boy Abidin, ginekolog dari RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta kepada Tabloid Nakita.

Apa saja dampak jika berat badan rendah selama di kandungan?

Jika berat badan bayi rendah selama di dalam kandungan maka dapat berpotensi si kecil mengalami masalah kesehatan yang serius.

Dampaknya antara lain pertumbuhan yang terlambat, kelahiran prematur hingga berisiko besar mengalami penyakit jantung, obesitas, serta diabetes saat ia berusia dewasa.

Janin yang memiliki berat badan rendah juga berisiko mengalami persalinan prematur karena umumnya ia tak tahan terhadap kontraksi di trimester ketiga kehamilan.

Bahkan mereka juga rentan mengalami kematian dalam kandungan.

"Bila semua intervensi yang dilakukan tidak berhasil menambah berat badan janin, mungkin memang lebih baik dilahirkan untuk ditingkatkan berat badannya di luar rahim. Yang penting organ-organ janin sudah siap untuk hidup di luar kandungan," katanya.

Penyebab bayi mengalami kurang berat badan selama di dalam kandungan dikarenakan oleh adanya gangguan sirkulasi darah, kondisi plasenta yang menyebabkan transfer nutrisi dari ibu terhambat, nutrisi ibu kurang atau adanya infeksi pada Ibu.

"Faktor infeksi sering kurang diperhatikan. Padahal infeksi ini juga berkontribusi pada kelahiran prematur. Infeksi bisa berasal dari gigi atau gusi, infeksi keputihan, dan sebagainya," ungkap Boy.

Untuk mengetahui ada tidaknya infeksi, bisa dilakukan pemeriksaan laboratorium CRP (C-reactive protein). "Kalau hasilnya tinggi atau lebih dari 6, berarti ada infeksi dalam 24 jam terakhir," papar Boy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×