Kesehatan mental penting dijaga selama menghadapi pandemi

Senin, 05 Juli 2021 | 09:25 WIB   Reporter: Dityasa H. Forddanta
Kesehatan mental penting dijaga selama menghadapi pandemi

KONTAN.CO.ID - ​JAKARTA. Pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Situasi belakangan ini bahkan bisa dibilang jauh lebih berat dibanding periode-periode sebelumnya.

Jumlah kasus meledak, bahkan menuju angka 30.000 kasus harian. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atawa PPKM dengan skala darurat. 

Aktivitas masyarakat semakin terbatas. Bagi sebagian orang, kondisi ini juga mempengaruhi kondisi psikologis lantaran PPKM darurat memangkas pemasukan keluarga.

Jika membutuhkan, masyarakat bisa memanfaatkan konseling gratis secara online. Salah satunya seperti yang disediakan oleh Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI).

Baca Juga: Sudah naik signifikan dalam sepekan, saham-saham ini masih bisa dilirik

Lembaga tersebut menyediakan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi Covid-19. Jika membutuhkan, masyarakat bisa mengakses halaman ipkindonesia.or.id.

Setelah mengakses halaman tersebut, masyarakat bakal diarahkan untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog yang tergabung dalam satgas IKPI. Konseling daring ini tidak dibatasi wilayah, tapi psikolog yang sesuai dengan wilayahnya tentu lebih mengenal budaya dan bahasa daerahnya masing-masing.

Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio turut buka suara menanggapi situasi yang tengah terjadi. Paparan Covid-19 seolah semakin dekat karena virus ini mulai merangsek ke lingkaran pertemanan hingga keluarga.

"Virus ini bukan hanya mengincar raga dan nyawa, tapi juga mengikis asa persaudaraan, gotong royong serta kebersamaan kita," ujar Tito, Minggu (4/7). Covid-19 menghilangkan kemauan berkarya. Sehingga, karya kerja yang seharusnya bisa dinikmati oleh anak cucu menjadi terhambat.

Baca Juga: Pemerintah diminta tanggung biaya obat pasien Covid-19 isolasi mandiri

Kondisi saat ini membuat masyarakat terjebak untuk meningkatkan imunitas. "Apakah kita harus sembunyi? Jangan! Harus kita lawan," tandas Tito.

Secara terpisah, pentolan komunitas saham D'Origin Cynthia Nadeak menyebut, kehidupan religius menjadi sangat penting saat ini. " Karena hati yang gembira adalah obat yang paling manjur," ujar dia.

Tentu, hal itu tidak tak cukup. Masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Langkah ini bisa dimulai dari diri sendiri, seperti dengan menyiapkan makan dari rumah jika terpaksa harus keluar rumah. Dengan begitu, masyarakat bisa menghindari kerumunan untuk mengantre beli makan.

 

Baca Juga: Permintaan produk multivitamin hingga antibiotik Kalbe Farma (KLBF) meningkat 25%

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Minggu (4/7) ada tambahan 27.233 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 2.284.084 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 13.127 orang sehingga menjadi sebanyak 1.928.274 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 555 orang menjadi sebanyak 60.582 orang.

Saat ini ada total 295.228 kasus aktif di Indonesia, atau bertambah 13.551 kasus.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19, Minggu (4/7): Vaksinasi dosis kedua hampir 14 juta orang

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru