kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kesehatan gigi dan mulut kurang perhatian


Kamis, 29 Januari 2015 / 19:26 WIB
Kesehatan gigi dan mulut kurang perhatian
ILUSTRASI. Intip 6 Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp sampai Mobile JKN. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Listerine baru-baru ini melakukan studi terbaru terkait dengan kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut. 

 Dari studi yang melibatkan 947 responden yang mayoritas brrdomisili di beberapa kota besar di Indonesia, disimpulkan 89% responden mengetahui beberapa jenis makanan dan minuman berdampak buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Prof.Dr.drg. Melanie Sadono Djamil, Ketua Divisi Pendidikan dan Litbang PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengatakan, mulut merupakan gerbang masuknya berbagai penyakit termsuk bakteri yang berkembang baik dalam gigi, mulut, dan gusi.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula, asam, kafein, bertekstur keras atau ekstrim panas dan dingin secara rutin dan tanpa diiringi oleh perawatan yang baik dapat menyebabkan permasalahan seperti gigi berlubang, karies, plak dan juga perubahan warna gigi.

"Hal ini dapat menimbulkan bahkan dapat menimbulkan kelainan pada organ vital seperti jantung, ginjal, hati maupun paru,"ujar Melanie, Kamis (29/1).

Senior brand manager PT Johnson & Johnson, Olavina Harahap bilang, sebagian masyarakat Indonesia memiliki gaya hidup yang suka menikmati aneka makanan dan minuman dengan berbagai kekayaan kuliner Indonesia. Namun, belum diiringi dengan pengetahuan dan kebiasaan akan perawatan gigi dan mulut yang baik.

Dari hasil survei tersebut, mayoritas responden hanya menyikat gigi dua kali sehari sebagai perawatan oral mereka. Sedangkan hanya 46% responden yang sudah memiliki kebiasaan rutin kumur dengan mouthwash, dan hanya 42% yang sudah rutin ke dokter gigi secara berkala.

Sebagai konsekuensinya, laporan Riset Kesehatan dasar Dinkes RI 2007, 7 dari 10 orang Indonesia menderita gigi berlubang. Sebesar 45% responden pun mengatakan bahwa mereka memiliki problem plak dan beberapa masalah gigi dan mulut lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×