kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.700   114,00   0,65%
  • IDX 6.470   -252,97   -3,76%
  • KOMPAS100 859   -34,67   -3,88%
  • LQ45 638   -20,11   -3,06%
  • ISSI 234   -8,67   -3,57%
  • IDX30 362   -9,19   -2,48%
  • IDXHIDIV20 447   -8,29   -1,82%
  • IDX80 98   -3,68   -3,61%
  • IDXV30 127   -2,61   -2,01%
  • IDXQ30 117   -2,43   -2,04%

Kentang goreng bisa sebabkan kanker


Rabu, 23 Maret 2016 / 15:53 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Anda suka makan kentang? Jangan sampai makan kentang yang salah dalam pengolahan ya.

Menurut Huffingtonpost.com Food and Drug Administration (FDA) menerangkan, kentang yang digoreng terlalu kering atau garing, sangat mungkin mengandung akrilamida dalam jumlah banyak. Akrilamida merupakan zat kimia yang menyebabkan kanker pada hewan.

Menurut ahli kimia FDA Lauren Robin, bentuk akrilamida lebih sering ditemukan dalam makanan nabati, seperti kentang, sereal dan buah-buahan kering selama proses penggorengan dan pemasakan. Kimia tersebut terbentuk dari gula dan asam amino alami pada makanan.

Walau begitu, hampir mustahil untuk sepenuhnya menghindari akrilamida, karena senyawa ini ditemukan pada sekitar 40% dari kalori makan, menurut Asosiasi Grocery Produsen. Tapi, ada beberapa cara untuk mengurangi jumlah yang berpotensi kanker.

Cara pertama ialah tidak menyimpan kentang di kulkas. Melakukan hal tersebut dapat meningkatkan akrilamida selama proses memasak, menurut American Cancer Society. Sebaliknya, kentang harus disimpan di luar kulkas dalam ruangan gelap dan kering.

Kedua, ketika memasak kentang dan bahan makanan nabati lain, angkat dari pinggan setelah warnanya cokelat kuning dan hindari berwarna cokelat. Daerah cokelat yang terlalu matang tersebut, mungkin berisi lebih banyak bahan kimia berbahaya.

Hal yang sama juga berlaku untuk roti, panggang hanya sampai berwarna cokelat muda dan tidak boleh sampai cokelat tua bahkan menghitam.

(Bestari Kumala Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×