kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kenapa Luka Diabetes Susah Sembuh? Simak Cara Mengobati Diabetes Wanita & Pria


Selasa, 12 September 2023 / 07:10 WIB
Kenapa Luka Diabetes Susah Sembuh? Simak Cara Mengobati Diabetes Wanita & Pria
ILUSTRASI. Kenapa Luka Diabetes Susah Sembuh? Simak Cara Mengobati Diabetes Wanita & Pria


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

Cara Mengobati Diabetes Wanita dan Pria- JAKARTA. Luka yang terjadi pada penderita diabetes sulit disembuhkan. Apa penyebab luka diabetes sulit sembuh? Lalu bagaimana cara mengobati diabetes wanita dan pria?

Diberitakan Kompas.com, ada beberapa faktor penyebab luka penderita diabetes susah sembuh, berikut di antaranya:

1. Kadar gula tinggi

Penyebab pertama mengapa luka susah sembuh yakni karena kadar gula pada penderita diabetes tinggi. Saat kadar gula darah seseorang di atas normal ada beberapa hal yang bisa terjadi di antaranya:

  • Mencegah nutrisi dan oksigen memberi energi pada sel
  • Mencegah sistem kekebalan tubuh berfungsi secara efisien
  • Meningkatkan peradangan dalam sel-sel tubuh

Pada akhirnya ketiga hal tersebut akan memperlambat penyembuhan luka pada pasien diabetes.

Baca Juga: 7 Obat Diabetes Herbal Ampuh untuk Turunkan Gula Darah dan Cara Membuatnya di Rumah

2. Neuropati

Neuropati perifer, yakni suatu kondisi di mana seseorang kehilangan sensasi untuk merasakan. Saat kadar gula darah tinggi maka seiring waktu bisa menyebabkan terjadinya kerusakan saraf dan pembuluh darah. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengalami neuropati perifer. Neuropati perifer biasanya terjadi pada area kaki dan tangan.

Ketika seseorang mengalaminya maka meskipun bagian tubuhnya mengalami luka, ia tak akan merasakan rasa sakit. Dampaknya, seseorang mungkin tak menyadari saat kakinya terluka, atau merasa tak perlu mendapatkan perawatan. Padahal luka pada penderita diabetes harus segera mendapatkan penanganan agar tak terjadi infeksi.

3. Sirkulasi darah yang buruk

Seseorang dengan diabetes memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami penyakit terkait pembuluh darah perifer. Penyakit pembuluh darah perifer yakni kondisi saat pembuluh darah menyempit, yang akhirnya mengurangi aliran darah ke anggota tubuh. Saat aliran darah tak berjalan baik, sel darah merah juga akan kesulitan untuk melewati pembuluh darah.

Kondisi bisa semakin memburuk karena kadar glukosa yang tinggi akan menyebabkan ketebalan darah sehingga semakin mempengaruhi alirannya. Jika sirkulasi darah buruk, luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Hal ini karena darah lebih sulit mencapai lokasi luka untuk melawan infeksi dan membantu proses penyembuhan luka.

4. Sistem kekebalan tubuh menurun

Dikutip dari Healthpartners, gula darah yang tinggi dapat mengubah struktur kimia darah yang akan mengurangi pertahanan tubuh dan membuat sistem kekebalan berjalan lambat.

Berikut ini beberapa pengaruh kadar gula darah tinggi terhadap sistem kekebalan tubuh:

Melemahnya pertahanan tubuh: kadar gula berlebih dalam darah akan terurai menjadi senyawa dikarbonil, sehingga melemahkan pertahanan tubuh

Berkurangnya kekebalan alami: gula darah tinggi menyebabkan lebih banyak glikasi, sehingga darah tak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini akhirnya akan mengurangi kekebalan alami tubuh.

Keterlambatan penyembuhan: saat gula darah tinggi darah akan lebih kental, sehingga sel darah putih butuh waktu lebih lama untuk sampai lokasi luka dan melawan infeksi yang dapat memperlambat proses penyembuhan.

Bakteri yang lebih kuat: Kadar gula yang tinggi bisa membuat bakteri menjadi lebih kuat sehingga semakin sulit kekebalan tubuh untuk melawannya.

5. Infeksi

Karena tubuh kesulitan untuk melawan bakteri yang timbul, akhirnya infeksi dapat muncul. Jika luka menjadi infeksi maka akan butuh proses yang lebih lama untuk sembuh. Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal juga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.

Hal ini karena bakteri tumbuh subur dengan adanya gula ekstra dalam aliran darah. Jika infeksi tidak diobati dan dibiarkan menyebar, maka dapat menyebabkan komplikasi seperti gangren atau sepsis.

Perhatikan tanda luka diabetes lama sembuh

Penderita diabetes mungkin bingung untuk membedakan apakah lukanya sembuh dengan baik atau tidak. Meskipun luka sembuh dengan perlahan, namun luka pada penderita diabetes juga tetap bisa menjadi lebih baik setelah beberapa minggu.

Meski demikian, penderita diabetes sebaiknya waspada jika luka menunjukkan tanda-tanda tak membaik yakni:

1. Peradangan terlalu lama atau muncul kembali

Proses peradangan adalah bagian normal dalam proses penyembuhan luka. Akan tetapi, jika sudah satu minggu bengkak dan kemerahan tak berkurang maka bisa mencurigai luka tersebut tak membaik. Selain itu, perhatikan apakah perdangan yang sebelumnya hilang muncul kembali. Jika peradangan muncul setelah proses penyembuhan, maka bisa menjadi tanda adanya infeksi atau masalah lain.

2. Tanda infeksi atau kerusakan jaringan

Luka yang sudah terinfeksi pada orang diabetes susah untuk kembali sembuh. Oleh karena itu hubungi dokter jika muncul gejala: Terasa lembut, nyeri atau panas saat disentuh Mengeluarkan nanah atau cairan Warnanya tidak biasa atau gelap di tepinya Baunya tidak enak

3. Sudah lebih dari empat minggu Jika luka tidak sembuh dalam waktu satu bulan, maka dianggap luka kronis. Luka kronis sebaiknya mendapatkan bantuan dokter untuk penanganannya

Cara mengobati diabetes wanita dan pria

Diabetes yang banyak terjadi di Indonesia adalah diabetes tipe 2. Dilansir dari website resmi Siloam Hospital, diabetes tipe 2 adalah penyakit gula akibat pola makan salah dan gaya hidup tidak sehat.

Diabetes tipe 2 cenderung tidak memiliki gejala atau ciri-ciri. Hal inilah yang menyebabkan penderita diabetes tersebut terkadang tidak menyadari kondisi tubuhnya.

Walau begitu, ada beberapa ciri-ciri diabetes tipe 2 yang sering terjadi pada wanita dan pria. Berikut ciri-ciri diabetes:

  • Ingin buang air kecil terus-menerus, terutama saat malam hari
  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar walaupun sudah makan, namun berat badan turun drastis
  • Area sekitar alat kelamin terasa gatal
  • Luka di kulit yang sulit mengering atau sembuh
  • Mudah lelah
  • Sering merasa kesemutan atau bahkan mati rasa di tangan dan kaki
  • Penglihatan kabu
  • Mudah terkena infeksi
  • Gangguan ereksi
  • Masalah kulit, seperti kehitaman pada area lipatan leher, ketiak, dan selangkangan

Lalu bagaimana cara mengobati diabetes wanita dan pria?

Paling utama untuk mengobati diabetes wanita dan pria adalah ke dokter. Apabila sudah mengunjungi dokter dan telah dipastikan mengidap diabetes tipe 2, biasanya penderita penyakit tersebut akan melalui serangkaian pengobatan.

Selain itu, cara mengobati diabetes wanita dan pria dapat dibantu dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Mulai rutin berolahraga atau latihan fisik lainnya. Anda bisa memilih latihan aerobik, jogging pagi, atau bersepeda.
  • Hindari gaya hidup sedentari. Anda bisa meluangkan waktu sejenak untuk menggerakkan anggota tubuh secara ringan, seperti berjalan, peregangan, dan lain sebagainya setiap 30 menit sekali.
  • Melakukan diet untuk menjaga berat badan supaya ideal. Anda disarankan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memilih menu makanan yang baik bagi penderita diabetes.
  • Mengonsumsi obat diabetes tipe 2 sesuai dengan yang diresepkan dokter, seperti metformin, sulfonilurea, pioglitazone, gliptin, dan lain sebagainya. Konsumsi obat ini dilakukan apabila kadar gula darah tidak bisa dikontrol melalui diet dan olahraga.
  • Terapi insulin. Cara ini dilakukan sebagai upaya terakhir apabila pengobatan lainnya tidak efektif.

Makanan untuk penderita diabetes

Diberitakan Kontan.co.id sebelumnya, mengatur makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari penting untuk dilakukan supaya diabetes tak bertambah. Nah, beberapa jenis makanan ternyata cocok pula untuk dijadikan obat diabetes, lho.

Mengutip dari Good Housekeeping (goodhousekeeping.com), hal penting yang perlu dilakukan penderita diabetes adalah membatasi konsumsi karbohidrat. Alasannya karena karbohidrat nantinya berubah menjadi glukosa yang mana bisa memperparah diabetes.

Di bawah ini, ada beberapa contoh jenis makanan yang dapat Anda jadikan pilihan. Namun, jangan lupa untuk membicarakannya dulu dengan dokter, ya. Terlebih bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan lain, misalnya tekanan darah tinggi, kolesterol, dan lain sebagainya.

Salmon

Makanan untuk menurunkan gula darah dan mengobati diabetes yang pertama adalah salmon. Bukan tanpa alasan, ikan salmon mengandung banyak asam lemak omega-3. Namun, usahakan untuk tidak mengonsumsi ikan salmon secara berlebihan, ya. Jenis ikan itu berisiko memiliki kandungan merkuri yang buruk untuk kesehatan.

Brokoli

Makanan untuk menurunkan gula darah dan mengobati diabetes yang kedua adalah sayur brokoli. Brokoli mengandung kalium, vitamin C, serat, dan nutrisi lain yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Alpukat

Makanan untuk menurunkan gula darah dan mengobati diabetes yang ketiga adalah alpukat. Makan alpukat jadi cara mengobati diabetes berikutnya yang tak boleh Anda lewatkan. Meski demikian, porsi alpukat yang Anda konsumsi tetap perlu diperhatikan. Kandungan lemak sehat yang ada di alpukat tetap membuat jenis buah itu berkalori sehingga sebaiknya jangan mengonsumsi buah itu secara berlebihan.

Sayuran Hijau

Makanan untuk menurunkan gula darah dan mengobati diabetes yang keempat adalah perbanyak konsumsi sayuran hijau. Alasannya karena sayuran hijau mengandung banyak serat dan sedikit kalori. Tidak berhenti sampai di situ, sayuran hijau juga tidak memiliki zat tepung sehingga aman untuk Anda konsumsi.

Telur

Makanan untuk menurunkan gula darah dan mengobati diabetes yang kelima adalah konsumsi telur. Telur juga bisa jadi obat diabetes karena mengandung banyak protein. Namun, jangan makan telur setiap hari, ya. Menurut sebuah penelitian, makan telur setiap hari justru meningkatkan risiko diabetes yang bisa Anda alami.

Tahu

Makanan untuk menurunkan gula darah dan mengobati diabetes yang keenam adalah makan tahu. Tahu mengandung banyak protein yang bisa menjaga kesehatan tubuh Anda. Cobalah untuk mengkombinasikan tahu dengan makanan sehat lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×