Kenali Dua Gejala Baru Varian Omicron BA.2 atau Siluman

Jumat, 04 Maret 2022 | 05:00 WIB Sumber: Alabama.com,Express.co.uk
Kenali Dua Gejala Baru Varian Omicron BA.2 atau Siluman

ILUSTRASI. Varian BA.2 COVID-19, subvarian dari varian omicron, dapat menunjukkan gejala yang berbeda dari strain aslinya. REUTERS/Dado Ruvic


KONTAN.CO.ID - Sejumlah laporan kesehatan menunjukkan, varian BA.2 COVID-19, subvarian dari varian omicron, dapat menunjukkan gejala yang berbeda dari strain aslinya, menurut laporan.

Alabama.com yang mengutip KREM 2 News melaporkan, pejabat kesehatan melihat dua gejala baru Omicron varian BA.2, yakni: pusing dan kelelahan. 

Gejalanya datang bersamaan dengan yang dilaporkan oleh pasien omicron seperti bersin, batuk dan sakit tenggorokan, serta gejala seperti pilek lainnya.

BA.2, yang dikenal sebagai omicron “siluman” karena kemampuannya untuk menghindari beberapa tes uji, diyakini sekitar 30% lebih mudah menular daripada varian aslinya tetapi tampaknya tidak lebih parah. 

BA.2 dinilai bertanggungjawab atas peningkatan jumlah kasus secara internasional tetapi tidak tersebar luas di AS meskipun dilaporkan di seluruh 50 negara bagian.

Baca Juga: 2 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Kapan Menjadi Endemi? Ini Kata Kemenkes

Pusat Pengendalian Penyakit terus merekomendasikan vaksinasi sebagai alat terbaik untuk memerangi COVID-19 dan variannya. Vaksinasi tersedia untuk mereka yang berusia 5 tahun ke atas dengan booster untuk orang berusia 12 tahun ke atas.

Gejala umum Omicron

Sementara itu, mengutip Express.co.uk, mengenali gejala Omicron sedini mungkin dan mengisolasi diri dapat membantu menghentikan penyebaran. Berikut adalah gejala-gejala yang bisa menjadi penanda Anda terinfeksi Omicron.

Orang yang dites positif untuk varian yang berasal dari Afrika selatan telah melaporkan sendiri gejalanya pada aplikasi ZOE COVID Study.

Aplikasi ZOE COVID Study ini digunakan untuk mengamati gejala virus corona untuk membantu melacak penyebarannya.

Baca Juga: Jika Positif Covid-19, Kapan Bisa Vaksin Booster?

Berdasarkan laporan tersebut, hanya setengah dari pasien yang mengalami demam, batuk atau kehilangan atau perubahan rasa dan bau.

Gejala lainnya adalah yang menyerang bagian perut. 

Sekarang, terlihat adanya kenaikan pasien yang mengeluhkan masalah pencernaan.

Berdasarkan jutaan laporan, aplikasi ZOE COVID Study telah menetapkan gejala sakit pada bagian perut sebagai gejala COVID-19.

5 gejala tersebut mencakup:

  • Diare (diarrhoea)
  • Sakit perut (stomach pains)
  • Merasa sakit atau mual (nausea)
  • Kehilangan selera makan (loss of appetite)
  • Melewatkan makan (skipping meal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru