Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus Positif Hepatitis Akut Misterius, Ini Penjelasannya

Kamis, 19 Mei 2022 | 13:37 WIB Sumber: Kementerian Kesehatan RI
Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus Positif Hepatitis Akut Misterius, Ini Penjelasannya

ILUSTRASI. Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus Positif Hepatitis Akut Misterius, Ini Penjelasannya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Dugaan kasus hepatitis akut misterius di Indonesia semakin banyak. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan sejauh ini belum ada kasus positif hepatitis akut misterius. Berikut fakta-fakta tentang penyakit hepatitis akut misterius yang perlu diketahui masyarakat.

Kemenkes menjelaskan per tanggal 17 Mei 2022 jadi 14 kasus dugaan hepatitis akut misterius. Dari 14 kasus hepatitis akut misterius itu, sebanyak 1 kasus probable dan 13 kasus pending classification.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan ada 1 kasus probable pemeriksaan hepatitis A, B, C, dan E  non reaktif dan patogen lainnya pun negatif. Sedangkan 13 kasus pending classification itu ada 1 kasus di Sumatera Utara, 1 kasus di Sumatera Barat, 7 kasus di DKI Jakarta, 1 kasus di Jambi, dan 3 kasus di Jawa Timur.

Kelompok umur kasus terbanyak adalah di bawah 5 tahun ada tujuh kasus, 6 sampai 10 tahun ada dua kasus, dan 11-16 tahun  ada lima kasus. Dari 14 kasus dugaan hepatitis akut terdapat 6 kasus meninggal dunia, 4 kasus masih dirawat, dan 4 kasus sudah dipulangkan.

“Ini perubahan jumlah kasus dari hari sebelumnya tanggal 15 atau 16 Mei itu ada pengurangan kasus di probable. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri, sehingga dia kasusnya discarded,” kata dr. Syahril dalam keterangan tertulis di website Kemenkes.

Baca Juga: Sering Menyerang Anak & Balita di Musim Peralihan, Ini Ciri-Ciri Flu Singapura

Fakta kasus hepatitis akut misterius

Mohammad Syahril menjelaskan sejumlah definisi kasus yang digunakan pada penyakit hepatitis akut misterius, sesuai dengan istilah yang digunakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Menurutnya definisi kasus hepatitis akut misterius tidak jauh berbeda dengan kasus COVID-19 yang saat itu menggunakan suspek, OTG sampai konfirmasi kasus. “Sama dengan dulu kasus COVID-19, ada yang suspek, ada yang OTG, dan lain-lain sampai konfirmasi. Nah pada kasus hepatitis pun seperti itu,” katanya.

Definisi kasus hepatitis akut misterius pertama adalah Confirmed. Saat ini belum ada yang disebut dengan konfirmasi positif oleh WHO karena sedang dalam penelitian.

Kedua Probable, yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E), yakni pada saat pemeriksaan laboratorium tidak ada hepatitis A sampai E, SGOT atau SGPT di atas 500 IU/L (internasional unit per liter), dan berusia di bawah 16 tahun.

“Untuk kasus ini, pasien tidak terdeteksi hepatitis maka dia salah satu dugaan hepatitis yang belum diketahui penyebabnya, namun hasil laboratorium SGOT atau SGPT di atas 500 IU/L,” tutur dr. Syahril.

Ketiga, Epi-Linked, yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E), terjadi di segala usia, dan kontak erat dengan kasus probable.

Keempat, Pending Classification, artinya sedang menunggu hasil pemeriksaan Lab untuk hepatitis A sampai E, tetapi pasien ini sudah tinggi SGOT maupun SGPT nya yakni di atas 500 IU/L, dengan usia di bawah 16 tahun.

Untuk kasus yang tidak tergolong ke dalam semua definisi kasus tersebut, lanjut Syahril, itu didefinisikan sebagai discarded. “Discarded itu tambah dari kita yaitu hepatitis akut (virus hepatitis A – E) yang terdeteksi, atau etiologi lain yang terdeteksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru