Kelelahan Akibat Komunikasi Lewat Zoom, Ini Cara Mengatasinya

Rabu, 21 Juli 2021 | 10:23 WIB Sumber: Healthline
Kelelahan Akibat Komunikasi Lewat Zoom, Ini Cara Mengatasinya

ILUSTRASI. Fenomena kelelahan akibat komunikasi lewat Zoom disebut sebagai Zoom fatigue. Foto: DOK Shutterstock      

KONTAN.CO.ID - Jika seseorang terus menerus mengadakan rapat atau pertemuan virtual lewat Zoom, hal itu memang melelahkan.

Rupanya, fenomena kelelahan tersebut disebut sebagai “Zoom fatigue” atau kelelahan karena Zoom.

Istilah ini pertama kali muncul karena banyak orang merasa kewalahan dan lelah karena harus terus-terusan menjalani rapat atau pertemuan secara virtual lewat platform panggilan video, salah satunya Zoom.

Baca Juga: Moms, Kenali Bahaya Blue Light Saat Menatap Layar

Dilansir dari Stanford University News dan Healthline, MomsMoney sudah merangkum beberapa informasi soal penyebab dan cara mengatasi Zoom fatigue ini. Yuk, disimak!

Penyebab Zoom fatigue

Profesor Jeremy Bailenson dari Stanford Virtual Human Interaction Lab mengidentifikasi 4 penyebab orang mengalami Zoom fatigue. Lewat penelitiannya yang dipublikasikan di jurnal milik American Psychiatric Association, berikut sebab-sebabnya.

Pertama, menghabiskan waktu yang lama dan intens untuk kontak mata jarak dekat lewat panggilan video.

Melalui komunikasi secara langsung, pembicara dan pendengar bisa sesekali melihat tempat lain, misalnya saat mencatat sesuatu. Tidak halnya dengan panggilan video, di mana semua orang harus terus-terusan melihat wajah orang lain di depan layar. Hal ini bisa menyebabkan stres dan rasa tertekan pada orang yang mengalaminya.

Kedua, terus-terusan melihat wajah sendiri di layar.

Pada komunikasi normal secara langsung, si pembicara tidak pernah melihat wajah sendiri saat berbicara dengan orang lain. Lain halnya dengan komunikasi via Zoom, di mana seseorang bisa melihat wajahnya sendiri saat berbicara di video. Hal ini bisa memicu kelelahan yang berkepanjangan.

Baca Juga: Keren, Manfaat Tidur Siang untuk Tubuh Sebanyak Ini

Ketiga, kurangnya ruang untuk bergerak.

Berkomunikasi secara langsung membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki ruang untuk bergerak, misalnya berjalan keliling ruangan. Namun, saat melakukan pertemuan via Zoom, otomatis ruang gerak hanya terbatas di area kerja seperti meja dan kursi. Hal ini tentu akan terasa mengekang dan membuat lelah.

Keempat, waktu yang digunakan untuk menangkap dan mengirim sinyal dalam berkomunikasi lebih besar.

Ketika berkomunikasi secara langsung, kita bisa memperhatikan bahasa tubuh dan hal lain yang bersifat nonverbal. Saat berkomunikasi secara virtual, otomatis otak kita harus bekerja lebih keras dalam memperhatikan hal-hal tersebut karena tidak langsung terlihat oleh mata. Akibatnya, stres dan rasa lelah rentan terjadi.

Cara mengatasi Zoom fatigue

Untungnya, ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi Zoom fatigue. Dirangkum dari Stanford dan Healthline, berikut beberapa hal yang bisa diterapkan:

  • Kecilkan ukuran jendela Zoom supaya video tidak memenuhi layar.
  • Jika tidak diharuskan, matikan fungsi video supaya wajah sendiri tidak muncul di layar.
  • Atur tempat kerja supaya nyaman dan lega untuk bekerja.
  • Istirahatkan tubuh dari pertemuan virtual.
  • Sesekali, menyingkir dari depan komputer untuk menggerakkan tubuh.

Moms, itu tadi penyebab dan cara mengatasi Zoom fatigue. Semoga tipsnya bermanfaat, ya!

Selanjutnya: 4 Drama Korea Penambah Motivasi Belajar, Yuk Tonton.

Editor: Kania Paramahita
Terbaru