kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Kelamaan tidur siang, berefek negatif ke jantung


Senin, 28 Maret 2016 / 13:56 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Tidur siang penting bagi semua orang. Bagi anak-anak, tidur siang membantu tumbuh kembang optimal, sedangkan untuk orang dewasa bisa menjaga stamina dan kesegaran pikiran.

Namun, jangan biasakan tidur siang terlalu lama. Pasalnya, kelamaan tidur siang berakibat buruk bagi jantung.

Menurut Webmd.com, peneliti menemukan, tidur siang yang panjang dan rasa mengantuk berlebihan pada siang hari terkait dengan peningkatan risiko kumpulan masalah yang disebut dengan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik ditandai dengan kombinasi dari tekanan darah yang tinggi, kadar Kolesterol tinggi, kadar gula darah tinggi, serta lemak berlebihan di sekitar pinggang. Orang yang memiliki gangguan sindrom metabolik sangat rentan mengalami penyakit jantung dan juga diabetes.

Dalam sebuah analisis dari hasil 21 penelitian yang melibatkan 307.000 orang, diketahui bahwa mereka yang tidur siang kurang dari 40 menit tidak mengalami peningkatan risiko sindrom metabolik.

Sebaliknya, mereka yang tidur siang lebih dari 40 menit, bahkan sekitar 90 menit, risikonya mengalami sindrom metabolik naik sampai 50%. Waktu tidur siang yang panjang kemungkinan besar dipicu oleh rasa kantuk berlebihan pada siang hari ataupun kelelahan.

Hasil penelitian yang akan dipresentasikan dalam pertemuan American College of Cardiology ini memang hanya menemukan kaitan antara durasi tidur siang dan sindrom metabolik, bukan hubungan sebab akibat.

"Tidur sangat penting dalam gaya hidup sehat. Tidur siang yang singkat akan bermanfaat positif bagi kesehatan," kata Tomohide Yamada, ahli diabetes dari Universitas Tokyo yang melakukan penelitian ini.

(Lusia Kus Anna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×