kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kegemukan bikin daya ingat menurun


Rabu, 16 Maret 2016 / 13:02 WIB
Kegemukan bikin daya ingat menurun


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Lingkar perut yang terus bertambah sebenarnya membawa konsekuensi kesehatan yang tak ringan. Selain meningkatkan risiko diabetes dan jantung, perut buncit dan obesitas juga membuat daya ingat menurun.

Pria obesitas (yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25), memiliki skor 15 persen lebih rendah dalam tes daya ingat dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.

Cara mengukur indeks massa tubuh (IMT) adalah dengan membangi berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat. orang yang IMT lebih dari 22,9 dianggap memiliki berat badan berlebih. 

Para ahli mengatakan, lemak tubuh berpengaruh pada level hormon insulin. Kelebihan lemak akan meningkatkan kadar hormon ini, sehingga mengganggu sinyal antara saraf di otak. Ketika proses ini terganggu, kemampuan berpikir pun menurun.

Walau demikian, lemak bukan satu-satunya penyebab gangguan daya ingat. Orang yang daya ingatnya rendah juga cenderung memiliki berat badan berlebih. Contohnya saja mereka makan sambil melakukan kegiatan lain sehingga tidak fokus.

Kabar baiknya, penelitian menyebutkan bahwa masalah dalam kemampuan otak ini bisa dikembalikan seperti semula jika berat badan sudah berhasil diturunkan. (Lusia Kus Anna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×