Kasus Covid-19 Baru Dekati 2.000, Ini Kata Dokter untuk Bedakan Batuk Gejala Omicron

Kamis, 23 Juni 2022 | 10:26 WIB Sumber: covid19.go.id,Kompas.com
Kasus Covid-19 Baru Dekati 2.000, Ini Kata Dokter untuk Bedakan Batuk Gejala Omicron

ILUSTRASI. Kasus Covid-19 Baru Dekati 2.000, Ini Kata Dokter untuk Bedakan Batuk Gejala Omicron


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia sejak kemunculan Omicron BA.4 dan BA.5 semakin pesat. Kasus baru Covid-19 hingga 22 Juni 2022 mendekati jumlah 2.000. Simak penjelasan dokter terkait cara membedakan batuk gejala Covid-19 Omicron dengan batuk biasa atau musiman yang kini banyak terjadi.

Batuk ada gejala yang banyak dialami pasien Covid-19 Omicron. Apakah ada cara membedakan batuk gejala Covid-19 Omicron dengan batuk biasa / musiman?

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada tambahan 1.985 kasus baru corona pada Rabu (22/6). Dengan demikian sudah terdapat 6.072.918 kasus positif Covid-19 sejak pandemi corona terjadi Indonesia mulai Maret 2022

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus positif Covid-19 bertambah 687 orang sehingga menjadi sebanyak 5.904.825 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 2 orang menjadi sebanyak 156.702 orang. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 11.391 kasus, bertambah 1.296 dari sehari sebelumnya.

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kembali ke level ribuan mulai pertengahan Juni 2022 ini. Kemarin pada 21 Juni 2022 ada tambahan 1.678 kasus baru Covid-19 dengan korban meninggal 5 orang.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Tambah 1.678, Syarat Pelaksanaan Kegiatan Diperketat, Ini Aturannya

Sebelumnya pada 20 Juni 2022 ada 1.180 kasus baru Covid-19. Kemudian jumlah korban meninggal akibat Covid-19 sebanyak 8 orang.

Mengutip Kompas.com, banyak pasien Omicron mengeluhkan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri di tubuh, batuk, hingga sakit tenggorokan. Bahkan, tak sedikit yang membuat masyarakat bingung, terutama gejala batuk akibat Covid-19 varian Omicron dengan batuk pilek karena virus flu musiman.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi di RS Pondok Indah Puri Indah dan RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr Ronald Irwanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM, berbagai gejala akibat varian Covid-19 sangat sulit dibedakan secara klinis. Sehingga, ketika seseorang mengalami demam, disertai gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan pilek disarankan untuk melakukan tes swab (usap) PCR guna mengonfirmasi infeksi Covid-19.

"Sebenarnya gejala Omicron, Delta, Alpha, Beta, Gamma hampir sama. Gejala Omicron sama dengan (varian) yang lain dan tidak ada ciri khas atau khusus kalau (gejala) ini Omicron atau bukan. Semua varian Covid, gejalanya boleh dibilang hampir sama," jelas Ronald.

Adapun ciri-ciri gejala Omicron yang bisa timbul menurut dr Ronald, antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Sesak napas
  • Sakit tenggorokan
  • Hilang penciuman (anosmia)
  • Pada kondisi kritis, bisa mengalami penurunan kesadaran

Banyak orang menganggap bahwa batuk Omicron lebih ringan atau batuk kering saja, namun dr Ronald menegaskan batuk yang disebabkan karena infeksi Covid-19 varian apa pun, tidak bisa dibedakan dengan batuk atau flu biasa. "Oleh karena itu, di era pandemi ini begitu timbul batuk, sakit tenggorokan, pilek, udah wajib untuk di-swab karena kita enggak bisa bedakan ini Covid atau bukan," papar Ronald sambil menjelaskan ciri-ciri gejala Omicron.

"Terlebih kita enggak bisa bedakan gejala batuk pilek yang dirasakan (akibat infeksi) Omicron atau non-Omicron," ucapnya.

Ronald menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap penularan virus corona tidak dapat dilonggarkan. Sebab, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan infeksi akibat varian Omicron menjadi berat, bahkan kritis.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor yang memengaruhi mengapa infeksi akibat Covid-19 varian Omicron berbeda dengan varian Delta, termasuk progresivitas aau kemampuan Omicron menginfeksi yang lebih rendah dibandingkan Delta. Selain itu, kondisi ini mungkin disebabkan karena cakupan vaksinasi Covid-19 di dunia yang sudah meluas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru