Kanker Payudara: Faktor Penyebab, Cara Mencegah, dan Cara Deteksi dengan SADARI

Kamis, 06 Oktober 2022 | 15:12 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Kanker Payudara: Faktor Penyebab, Cara Mencegah, dan Cara Deteksi dengan SADARI

ILUSTRASI. Kanker Payudara: Faktor Penyebab, Cara Mencegah, dan Cara Deteksi dengan SADARI.

KONTAN.CO.ID -  Kanker merupakan salah satu penyakit ganas yang wajib diwaspadai masyarakat, salah satunya adalah kanker payudara. 

Menurut Kementerian kesehatan (Kemenkes), kanker payudara merupakan tumor ganas pada jaringan payudara. 

Angka kejadian kanker payudara di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. 

Menurut data dari Badan Registrasi Kanker Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), diperkirakan angka kejadian kanker payudara di Indonesia adalah 12:100.000 perempuan. 

Baca Juga: Besaran dan Satuan Fisika: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Angka kematian dari kasus kanker payudara terbilang cukup tinggi yaitu 27 : 100.000 wanita. Artinya ada sebanyak 18% dari kematian wanita di Indonesia disebabkan oleh kanker payudara. 

Melansir situs ners.unair.ac.id, jenis kanker ini tidak hanya menyerang perempuan. Ada beberapa kasus dapat terjadi pada pria dengan frekuensi sebesar 1% di Indonesia.

Penyebab kanker payudara

Penyebab terjadinya kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun menurut berbagai penelitian telah ditemukan, berbagai faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara atau biasa disebut dengan faktor risiko kanker payudara. 

Faktor risiko yang paling utama dan paling sering ditemukan pada kasus kanker payudara adalah faktor keturunan dan faktor hormonal berupa hormon estrogen yang berlebih dalam tubuh.

Faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan kanker payudara diantaranya:

  • Gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan berlemak, junk food, mengonsumsi alkohol, merokok, dan jarang berolah raga dimana hal ini dapat menyebabkan obesitas.
  • Faktor reproduksi: Menstruasi di usia yang terlalu muda (kurang dari 12 tahun), menopause yang terlalu tua (Lebih dari 50 tahun), belum pernah melahirkan, infertilitas, tidak menyusui, dan pemakaian kontrasepsi oral adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara
  • Riwayat radiasi pada area payudara dan dada khususnya di usia sangat muda
  • Riwayat keluarga yaitu faktor gen BRCA1 dan BRCA2 yang ada pada tubuh memiliki kemungkinan untuk terjadinya kanker payudara
  • Riwayat penyakit tumor jinak yang bisa berkembang menjadi tumor ganas atau kanker

Baca Juga: Pertamina Buka Lagi Lowongan Kerja Terbaru, Ada 20 Posisi Ditawarkan

Cara-cara untuk mencegah kanker payudara

1. Menjaga berat badan tetap ideal

2. Rajin beraktivitas fisik

3. Istirahat cukup

4. Perbanyak makan buah dan sayur

5. Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol

6. Batasi penggunaan obat hormon

7. Rutin melakukan SADARI yang merupakan teknik pemeriksaan payudara yang sederhana dan dapat dilakukan sendiri.

8. Lakukan pemeriksaan mamografi secara berkala. Pemeriksaan ini disarankan untuk wanita yang berusia di atas 45 tahun. Pemeriksaan ini bisa dilakukan satu hingga tiga bulan sekali.

Mengenal metode deteksi SADARI

Salah satu cara untuk mencegah kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi awal yaitu metode SADARI (periksa payudara sendiri) yaitu dengan melihat serta meraba payudara. 

Jika kanker dapat ditemukan secara dini dan segera mendapat penanganan secara cepat dan tepat maka harapan untuk sembuh hampir mendekati 100%. 

Metode ini perlu segera dilakukan secara rutin setiap 1 bulan sekali dan sebaiknya dilakukan pada hari ke 7 sampai 10 hari yang dihitung dari awal menstruasi. 

Baca Juga: PPPK Guru 2022: Syarat, Kategori Prioritas Seleksi, dan Perincian Gajinya

Anda bisa memulai melakukan pendeteksian ini sejak haid pertama kalian atau dari usia 12 tahun.

Untuk melakukan SADARI cukup mudah dan cara ini bisa kalian lakukan secara mandiri di rumah. Berikut ini langkah-langkah yang perlu Anda lakukan

  • Berdiri di depan cermin kemudian amati payudara, tanpa menggunakan pakaian dan angkatlah kedua tangan di atas kepala. Perhatikan dengan baik bila terdapat ketidaknormalan pada kedua payudara seperti ada benjolan, perubahan bentuk pada kulit dan puting, serta payudara secara keseluruhan.
  • Rapatkan kedua payudara menggunakan tangan sehingga payudara terlihat menonjol ke depan dan coba kembali amati apakah terdapat benjolan, kulit mengerut seperti kulit jeruk atau cekungan seperti lesung pipi dan puting susu yang tertarik ke dalam.
  • Raba dan tekan serta urut perlahan daerah sekitar putting sampai ke ujung kemudian amati apakah putting mengeluarkan cairan yang tidak normal, seperti putih kekuning-kuningan bercampur darah seperti nanah. Pada wanita menyusui, bedakan dengan ASI.
  • Berbaring dan letakkan bantal dibelakang punggung, posisikan tangan kanan dibelakang kepala, dengan menggunakan tangan kiri periksalah payudara bagian kanan.
  • Menggunakan tiga jari tengah rabalah bagian yang dirapatkan. Raba dengan gerakan memutar dan beri tekanan lembut yang dimulai dari sisi bagian luar sampai putting dengan mengikuti putaran arah jarum jam.
  • Terakhir, lakukan cara yang sama seperti pada poin 4 dan 5 dengan posisi tangan kiri di bawah kepala dan tangan kanan meraba payudara kiri.

Perubahan dan kepadatan pada payudara memang sering kali terjadi terutama pada sebelum dan selama masa menstruasi yang membuat payudara terasa lebih kencang dan padat. 

Perubahan dapat pula terjadi pada masa menopause, payudara akan menjadi kendur dan lembut. Karenanya Anda perlu peka pada perubahan bentuk tubuh yang tidak normal harus di sadari dan selalu waspada terhadap segala bentuk perubahan yang terjadi. 

Jika Anda menemukan benjolan atau perubahan yang tidak normal pada payudara segera periksakan perubahan yang ada pada dokter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru