HOME

Kalbe Farma dan Fore Coffee gelar edukasi risiko maag karena ngopi

Kamis, 13 Februari 2020 | 18:44 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Kalbe Farma dan Fore Coffee gelar edukasi risiko maag karena ngopi

Peluncuran situs online Maag Meter untuk deteksi kesehatan lambung oleh Kalbe Farma (KLBF) bersama Fore Coffee

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui salah satu divisinya, Kalbe Consumer Health dengan produk obat maag-nya Promag menyelenggarakan edukasi kesehatan berkolaborasi dengan Fore Coffee. Edukasi Kesehatan itu mengangkat tema “Pengaruh Lifestyle terhadap Sakit Maag”.

“Kalbe berkomitmen dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya memberi edukasi kesehatan lambung. Promag juga terus berinovasi dalam memberi edukasi mengenai kesehatan lambung ini dan baru-baru ini kami meluncurkan online education tools Maag Meter,” ujar Afriani Karina, Head of Marketing Digestive Category Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2).

Baca Juga: Ini Alasan Kimia Farma Optimistis Memproyeksikan Penjualan di Tahun Ini

Adapun sebagai bagian dari kampanye terbarunya yakni #SobatPerih, Promag menggandeng Fore Coffee karena Afriani melihat kebiasaan ngopi telah menjadi bagian dari gaya hidup terutama bagi anak-anak muda.

Menurut Afriani kebiasaan ngopi yang sedang trend belakangan ini juga menjadi salah satu penyebab seseorang rentan terkena maag.

Berbicara mengenai resiko maag, generasi paling rentan terkena maag adalah generasi muda yang produktif. Alasannya tentu karena lifestyle yang mereka jalani seperti stres yang didapat dari pekerjaan hingga masalah percintaan, lembur, merokok, makan tidak teratur, mengonsumsi makanan yang pedas dan berminyak, juga rutin minum kopi. Hal-hal ini meningkatkan risiko mengalami perihnya sakit maag.

Shintia Xu, Head of Marketing & Business Fore Coffee menyatakan Fore Coffee memperkenalkan varian kopi yang lebih ramah bagi lambung yang sensitif atau gampang perih yaitu Sobat Perih Coffee Latte.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) bidik pertumbuhan top line 7%-9% pada 2020

Editor: Yudho Winarto


Terbaru