kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jenis Olahraga Malam yang Aman dan yang Harus Dihindari Menurut Pakar


Rabu, 09 Juli 2025 / 16:44 WIB
Jenis Olahraga Malam yang Aman dan yang Harus Dihindari Menurut Pakar
ILUSTRASI. Jenis Olahraga Malam yang Aman dan yang Harus Dihindari Menurut Pakar.


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Bagi karyawan atau masyarakat yang sibuk, olahraga saat malam hari menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan olahraga. Namun, olahraga saat malam tidak disarankan karena bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Ira Purnamasari Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya menjelaskan, olahraga terbaik memang dilakukan di waktu pagi saat tubuh dalam kondisi segar. 

Namun, jika memang tidak ada waktu untuk melakukannya di pagi hari, maka olahraga boleh saja dilakukan di malam hari.

Baca Juga: Neraca Dagang RI dengan AS Berpotensi Defisit, Kemenko: Jadi Pemanis Negosiasi

Menurutnya, olahraga boleh dilakukan di malam hari namun yang terpenting adalah memilih jenis olahraganya. 

Olahraga yang boleh dilakukan di malam hari adalah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Seperti jalan kaki santai, sepeda santai, berenang, yoga, dan latihan perenggangan.

“Jadwal terbaik untuk melakukan olahraga di malam hari adalah 90 menit sebelum tidur, karena manfaat yang dapat dirasakan adalah membuat tidur lebih nyenyak, mengurangi stres dan kecemasan,”jelas Ira, dikutip dari situs UM Surabaya.

Olahraga yang tidak boleh dilakukan saat malam

Olahraga yang tidak dianjurkan di malam hari adalah olahraga dengan intensitas berat. Olahraga jenis ini seperti lari cepat, balap sepeda, angkat beban berat, berenang dengan patokan target, sepakbola, tenis.

Selain itu olahraga dengan unsur kompetisi/permainan yang memicu hormon adrenalin keluar secara berlebihan, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat juga sebaiknya dihindari dilakukan saat malam.

“Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh, dengan memperhatikan riwayat penyakit yang dimiliki, apalagi seseorang dengan usia 50 tahun ke atas yang tidak dianjurkan untuk berolahraga dengan intensitas berat,”imbuhnya.

Ira menambahkan, jika terjadi serangan jantung mendadak saat berolahraga, itu disebabkan karena terlalu memaksakan tenaga saat berolahraga. 

Tonton: Hari Perdana Di BEI, Saham COIN Terbang Tinggi

Apalagi sebelumnya belum pernah melakukan olahraga yang menyebabkan fisik tidak siap, dan kurangnya melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai olahraga.

“Serangan jantung mendadak terjadi pada seseorang yang memang sudah memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi dan hiperkolesterolemia,”imbuhnya lagi.

Gejala yang muncul saat serangan jantung adalah seseorang mengeluh nyeri dada, mendadak sesak napas, hingga penurunan kesadaran. Hingga harus segera mendapat pertolongan medis.

“Pentingnya memilih olahraga sesuai dengan kemampuan tubuh, dengan tetap memperhatikan riwayat penyakit yang dimiliki, merupakan cara untuk mencegah terjadinya serangan jantung saat berolahraga,”tandas Ira. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×