kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

JEC Menteng Berikan Operasi Kelopak Mata Gratis, Pertama di Indonesia


Senin, 13 Mei 2024 / 06:30 WIB
JEC Menteng Berikan Operasi Kelopak Mata Gratis, Pertama di Indonesia
ILUSTRASI. Dr. Tri Rejeki Herdiana, SpM, selaku Subspesialis dan Ketua Layanan Orbita, Okuloplastik dan Rekonstruksi, JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), selaku Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, Dr. Julie Dewi Barliana, SpM (K), M. Biomed, selaku Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta, DR. Dr. Yunia Irawati, SpM(K), selaku Ketua Bedah Tumor, Okuloplastik dan Rekonstruksi Mata, Indonesian Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (INASOPRS), dan Dr. dr. Soefiandi Soedarman, SpM(K), selaku Direktur Medik & Keperawatan RS Mata JEC @ Menteng pada saat sesi media Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata, di Jakarta (11/05).


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Francisca bertha

KONTAN.CO.ID - Atas dasar pentingnya penanganan pada kelopak mata, Jakarta Eye Center atau JEC memberikan tindakan operasi kelopak mata secara cuma-cuma.

Operasi gratis katarak kerap didengar, tetapi untuk operasi kelopak mata bisa dibilang jarang didengar orang awam. Padahal, dampak dari gangguan kelopa mata bisa sangat berisiko, lo.

Efek yang lebih dari gangguan kelopak mata misalnya saja seperti mata merah, berair, dan pandangan buram pun mesti dihadapi sehari-hari. Akan tetapi, dampak besarnya bisa memunculkan kebutaan pada penderitanya.

Padahal, penyandang gangguan kelopak mata ini terbilang cukup banyak. Sebut saja, epiblepharon, yang tercatat dialami 90,7 persen ras Asia (termasuk Indonesia).

Selain penggunaan obat-obatan, gangguan pada kelopak mata mau diantaranya dengan melakukan operasi yang disebut dengan tindakan okuloplastik dan rekonstruksi.

Ketua Bedah Tumor, Okuloplastik dan Rekonstruksi Mata, Indonesian Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (INASOPRS), DR. Dr. Yunia Irawati, SpM(K) mengatakan, kelainan kelopak mata tentunya mengganggu aktivitas keseharian.

Baca Juga: 40 Tahun Beroperasi, JEC Salurkan Bantuan Sembako di Momen Lebaran

Bahkan, lebih dari itu, apabila tidak segera dilakukan tindakan bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata, kelainan kelopak mata bisa malah membawa risiko kebutaan.

Yunia menambahkan, sebagian besar masyarakat tidak tahu bahwa kelainan tersebut bisa dikoreksi. Penyandangnya sendiri sangat mungkin juga tidak tahu di mana bisa melakukan koreksi kelainan kelopak mata.

"Akhirnya, mereka pun pasrah saja meski merasakan ketidaknyamanan. Bukan hanya berpengaruh pada kualitas pandangan, mengabaikan kelainan kelopak mata sama saja membiarkan potensi terjadinya perundungan yang rawan diterima penyandangnya, terutama di kalangan anak-anak dan remaja," katanya.

Oleh karena itu, JEC Eye Hospitals and Clinics menggagas “Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata” berupa pemberian 30 tindakan operasi kelopak mata secara gratis. Inisiatif ini menjadi aksi sosial bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata pertama di Indonesia yang berfokus pada penanganan kelainan kelopak mata.

Direktur Utama RS Mata JEC Menteng Dr. Referano Agustiawan, SpM(K) bilang, beroperasi sejak 1995 sebagai rumah sakit mata pertama dari JEC Eye Hospitals and Clinics, JEC Menteng menghadirkan layanan penanganan mata yang komprehensif.

Bahkan, JEC Menteng juga menjadi pusat rujukan kasus-kasus yang membutuhkan tindakan okuloplastik dan rekonstrustruksi mata dari seluruh cabang.

Baca Juga: Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen, Pentingnya Deteksi Dini Glaukoma

"Tak hanya bertekad menyediakan layanan bertaraf internasional, kami juga terus aktif berkontribusi membantu masyarakat, terutama kalangan membutuhkan, untuk mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup mereka," katanya, Sabtu (11/5).

"Visi besar ini yang menguatkan JEC @ Menteng melahirkan inisiatif baru Bakti Sosial Kelopak Mata sekaligus melanjutkan upaya kami berpartisipasi mengatasi situasi gangguan penglihatan di Indonesia," ujar dia.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta Dr. Julie Dewi Barliana, SpM (K), M. Biomed menyampaikan, sangat mengapresiasi langkah bersejarah JEC yang telah mempelopori Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata.

Pasalnya, tindakan okuloplastik dan rekonstruksi mata umumnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Inisiatif JEC ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap penyandang kelainan kelopak mata, tetapi juga semakin membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata secara menyeluruh," sebut Julie.

Kegiatan Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata dilangsungkan sepanjang 11 Mei-30 Juni 2024. Refrano mengungkapkan, sampai saat ini belum mencapai 30 pasien yang akan ditindak, sehingga masih ada kesempatan bagi yang membutuhkan operasi gangguan kelopak mata ini.

Selanjutnya: Pendanaan Sulit, Pembangunan Proyek Smelter Bauksit Mandek

Menarik Dibaca: 30 Ucapan Hari Keluarga Internasional 2024 yang Diperingati 15 Mei

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×