Jangan Sampai Lalai, Ini Gejala-Gejala Awal Serangan Jantung yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 19 November 2022 | 13:15 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Jangan Sampai Lalai, Ini Gejala-Gejala Awal Serangan Jantung yang Wajib Diwaspadai


KONTAN.CO.ID -  Beberapa tanda awal serangan jantung tidak boleh diabaikan dan wajib diwaspadai.

Menurut Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Airlangga dr. Hendri Susilo, ada beberapa pendekatan umum untuk mendiagnosis pasien dengan serangan jantung.

“Ketika mendapatkan kondisi pasien dengan keluhan nyeri dada yang tidak stabil, kualitas nyeri skala 7 dari 10, menjalar ke lengan kiri dan punggung, sedangkan pemeriksaan tanda-tanda vital dan fisik normal, hal itu bisa menjadi ciri-ciri serangan jantung,” jelas dr Hendri seperti dikutip dari situs Universitas Airlangga (Unair).

Dokter Hendri menjelaskan bahwa ada perbedaan keluhan serangan jantung pada pasien perempuan dan laki-laki. Menurutnya, tanda-tanda serangan jantung pada perempuan tidak terlihat jelas dan ada yang mengeluh nyeri di bagian lengan. 

Baca Juga: Pendaftaran Calon Prajurit Tamtama TNI AU Dibuka Lagi, Minimal SMP Bisa Daftar

“Sedangkan ciri-ciri pada pasien laki-laki biasanya lebih khas dan jelas, seperti merasakan tekanan pada dada, sesak, punggung sakit, dan kelelahan,” jelasnya.

Gejala-gejala umum serangan jantung

Keluhan nyeri dada yang dirasakan pasien serangan jantung biasanya dideskripsikan sebagai nyeri dengan perasaan seperti dijepit, diikat tali, atau ditindih pada bagian dada.

“Jika pasien sudah mengeluh demikian, harus lebih waspada karena itu termasuk tanda serangan jantung,” ungkap dr Hendri.

Selain gejala tersebut, ada beberapa keluhan lain yang perlu diidentifikasi untuk menambah spesifikasi serangan jantung, diantaranya:

  • Nyeri yang menjalar hingga lengan
  • Berkeringat
  • Nyeri punggung
  • Rasa mual

Menurut dr Hendri, ada empat hal yang harus dipastikan pada pasien yang menunjukkan tanda-tanda serangan jantung.

“Pertama apakah terjadi prolonged, yaitu nyeri dada berkepanjangan selama lebih dari 20 menit. Kemudian de novo, apakah pasien benar benar baru merasakan nyeri dada, dan belum pernah merasakan itu sebelumnya,” jelas dr Hendri. 

Baca Juga: Referensi SNBT 2023, Cek Jurusan di UI yang Buka Kuota Mahasiswa Terbanyak 2022

Selain itu, dokter harus memastikan apakah pasien merasakan intensitas nyeri dada yang lebih berat dari biasanya, apakah pasien tersebut sudah biasa berobat dan merasakan nyeri yang lebih berat.

“Ada juga post myocardial infarction angina, jadi pasien yang pernah serangan jantung dan mengalami nyeri lagi, jika ditemukan satu diantara empat gejala itu, secara awam bisa disebut serangan jantung,” katanya. 

Dokter Hendri berpesan kepada dokter dan tenaga medis di puskesmas jika menangani pasien dengan serangan jantung hal utama yang perlu dilakukan adalah reperfusi.

“Awalnya lakukan anamnesis yang jelas, singkat, dan padat dengan melihat gejala-gejala serangan jantung. Ketika sudah yakin, lakukan ECG. Jika menunjukkan adanya gangguan gelombang segera rujuk ke rumah sakit,” tuturnya. 

Dia juga menekankan, reperfusi yang semakin cepat akan menghasilkan outcome yang semakin baik pada pasien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru