kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jangan Sampai Anak Anda Terkena, Ini Ciri-Ciri & Pantangan Flu Singapura


Selasa, 03 Oktober 2023 / 10:25 WIB
Jangan Sampai Anak Anda Terkena, Ini Ciri-Ciri & Pantangan Flu Singapura


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Pantangan Flu Singapura - Jakarta. Waspada ciri-ciri flu Singapura. Kenali juga pantangan flu Singapura.

Belakangan ini, banyak anak-anak menderita flu Singapura. Apa saja ciri-ciri flu Singapura? Apa saja pantangan flu Singapura?

Dilansir dari Kompas.com, flu Singapura disebut hand, foot and mouth disease (HFMD) yang ditandai dengan ruam hingga luka di bagian tubuh seperti tangan, kaki dan mulut. Seperti dilansir Mayo Clinic, penyakit satu ini paling umum disebabkan oleh infeksi virus coxsackie tipe A16. Virus tersebut termasuk dalam kelompok yang disebut enterovirus nonpolio.

Flu Singapura awalnya ditemukan pada 1957 dan pertama kali muncul di Toronto, Kanada. Penyakit yang menyebabkan ruam ini dikenal sebagai "flu" lantaran gejalanya mirip flu, dan pada saat itu di Singapura banyak terjadi kasus serta kematian.

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi flu Singapura. Anak yang terinfeksi flu Singapura perlu mendapat perawatan dokter karena setelah beberapa hari, anak berisiko dehidrasi karena mengalami kesulitan menelan.

Baca Juga: Apakah Flu Babi Afrika Menular ke Manusia? Ini Jawaban Kemenkes & Epidemiolog

Ciri-ciri dan penularan flu Singapura

Penyakit flu Singapura pada umumnya menyerang anak-anak di rentang usia balita sampai 10 tahun, tergantung tingkat kekebalan tubuh. Beberapa gejala atau ciri-ciri yang terlihat ketika anak terinfeksi flu Singapura adalah sakit tenggorokan, demam, badan terasa tidak enak, dan sariawan (area lidah, gusi dan bagian dalam pipi terasa sakit atau melepuh).

Kemudian ciri-ciri flu Singapura yang paling mudah dikenali adalah terdapat ruam merah di sekitar kaki dan tangan. Dalam beberapa kasus, ruamnya bisa berupa tanpa gatal, tapi terkadang muncul kemerahan pada kulit dan berbintil-bintil yang berisi cairan.

Sementara, kasus infeksi pada bayi pada umumnya ditemukan ruam dan gatal di area bokong dan terjadi iritasi kulit, karena kulit bayi cenderung tipis dan sensitif. Periode atau masa awal (inkubasi virus) ketika terinfeksi flu Singapura diawali dengan demam, kemudian sakit tenggoran dan terkadang anak menjadi tidak nafsu makan. Selama 1-2 hari setelah demam, ruam kulit dapat berkembang di bagian mulut, tangan, kaki, termasuk di bagian bokong.

Virus flu Singapura menular melalui kontak erat

Penularan virus flu Singapura dapat terjadi melalui air liur, cairan dari ruam dan bintil pada kulit, droplet setelah batuk atau bersin hingga kontak dengan kulit yang terinfeksi. Mayo Clinic melaporkan, penyakit ini sering ditemukan di pusat penitipan anak karena pada tempat tersebut infeksi virus mudah menular melalui kontak langsung.

Pasalnya, tempat penitipan anak menjadi area paling sering dalam aktivitas mengganti popok, toilet training dan anak kecil paling suka memasukkan tangan ke dalam mulut. Meski anak sudah tidak menunjukkan gejala awal, virus masih berada di tubuhnya selama berminggu-minggu setelah gejala hilang.

Seiring bertambahnya usia, tubuh akan membangun antibodi yang dapat mencegah terinfeksi penyakit ini lagi di kemudian hari. Perlu diketahui, flu Singapura sering menular pada peralihan musim di negara dengan empat musim. Sedangkan di negara tropis, flu Singapura dapat terjadi sepanjang tahun.

Pantangan flu Singapura

Dilansir dari website Pyfahealth, flu Singapura diketahui tidak memiliki pantangan khusus. Penyakit ini bahkan bisa sembuh dalam 7-10 hari. Oleh karena itu, untuk mengurangi gejala flu Singapura, seperti ruam dan gatal, penderita menghindari sejumlah hal.

Berikut pantangan flu Singapura

1. Minum air panas

Salah satu pantangan flu Singapura adalah minum air panas. Minum minuman hangat atau panas dapat menyakitkan ketika sedang mengalami salah satu gejala flu Singapura, seperti sariawan. Oleh karena itu, dokter biasanya akan merekomendasikan penderita flu Singapura untuk minum cairan dingin agar bisa tetap terhidrasi.

2. Menghindari makanan tertentu

Pantangan flu Singapura lainnya adalah makanan pedas atau asam. Hal ini dikarenakan kedua jenis makanan tersebut dapat memperparah gejala sariawan yang dialami.

Cara Mencegah Flu Singapura

Untuk mencegah flu Singapura, pastikan menjaga kebersihan diri dan benda-benda di sekitar Anda yang bisa menjadi sumber penularan. Berikut beberapa langkah pencegahan flu Singapura yang bisa Anda lakukan:

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama setelah BAB, menyiapkan makanan, sebelum makan, dan mengganti popok anak.
  • Tidak berbagi alat makan dan minum, serta kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Rutin membersihkan benda yang bisa menjadi media penularan virus, seperti gagang pintu, remote tv, meja, dengan benar.
  • Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, bisa dengan menggunakan tisu atau lipat siku bagian dalam.

Itulah ciri-ciri flu Singapura dan pantangan penderita flu Singapura yang perlu dipatuhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×