kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Jangan lengah, lonjakan kasus Covid-19 masih bisa terjadi


Jumat, 08 Oktober 2021 / 13:10 WIB
Jangan lengah, lonjakan kasus Covid-19 masih bisa terjadi


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah penurunan kasus Covid-19 di Indonesia, negara tetangga Singapura justru mengalami lonjakan jumlah kasus beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat dengan tidak lengah terhadap protokol kesehatan agar jumlah kasus dalam negeri tak melonjak.

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Mardi Rahayu Kudus dr Yuliana Wara bilang kalau lonjakan kasus bisa terjadi lagi apabila timbul varian baru yang sangat menular dan dapat menghindari imunitas yang terbentuk dari vaksinasi. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat jangan lengah terlebih dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Segera vaksinasi lengkap dua kali, tetap patuh dan disiplin prokes walaupun kasus mulai turun sera segera periksa bila ada gejala atau keluhan mengarah Covid-19 baik dengan rapid antigen atau PCR,” ujar Wara.

Baca Juga: Memakai jenis masker ini tak bisa jadi pencegahan Covid-19

Meski demikian, ia menilai penanganan Covid di Indonesia saat ini sudah baik. Ia hanya berharap adanya peningkatan untuk penyediaan isolasi mandiri terpusat dan penambahan tempat tidur dan SDM untuk ICU Covid-19. “Mengingat tingkat kematian pasien Covid-19 dengan sakit berat atau kritis masih cukup tinggi,” tambahnya.

Sedikit berbeda, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono berpendapat bahwa dirinya optimis bahwa tidak akan terjadi kasus Covid-19 gelombang ketiga di Indonesia. Ditambah perlu adanya peningkatan di penanganan seperti tes-lacak-isolasi, vaksinasi, dan edukasi.

“Masyarakat, jangan balas dendam ingin liburan atau melakukan perjalanan yang tidak urgen dan pemerintah cegah mobilitas penduduk ketika liburan natal dan tahun baru,” pungkas Pandu Riono.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Mirip Gejala Flu, Tetap Waspadai Ciri-Ciri Virus Corona yang Anda Alami

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×