kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jangan lengah, lonjakan kasus Covid-19 masih bisa terjadi


Jumat, 08 Oktober 2021 / 13:10 WIB
Jangan lengah, lonjakan kasus Covid-19 masih bisa terjadi


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah penurunan kasus Covid-19 di Indonesia, negara tetangga Singapura justru mengalami lonjakan jumlah kasus beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat dengan tidak lengah terhadap protokol kesehatan agar jumlah kasus dalam negeri tak melonjak.

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Mardi Rahayu Kudus dr Yuliana Wara bilang kalau lonjakan kasus bisa terjadi lagi apabila timbul varian baru yang sangat menular dan dapat menghindari imunitas yang terbentuk dari vaksinasi. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat jangan lengah terlebih dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Segera vaksinasi lengkap dua kali, tetap patuh dan disiplin prokes walaupun kasus mulai turun sera segera periksa bila ada gejala atau keluhan mengarah Covid-19 baik dengan rapid antigen atau PCR,” ujar Wara.

Baca Juga: Memakai jenis masker ini tak bisa jadi pencegahan Covid-19

Meski demikian, ia menilai penanganan Covid di Indonesia saat ini sudah baik. Ia hanya berharap adanya peningkatan untuk penyediaan isolasi mandiri terpusat dan penambahan tempat tidur dan SDM untuk ICU Covid-19. “Mengingat tingkat kematian pasien Covid-19 dengan sakit berat atau kritis masih cukup tinggi,” tambahnya.

Sedikit berbeda, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono berpendapat bahwa dirinya optimis bahwa tidak akan terjadi kasus Covid-19 gelombang ketiga di Indonesia. Ditambah perlu adanya peningkatan di penanganan seperti tes-lacak-isolasi, vaksinasi, dan edukasi.

“Masyarakat, jangan balas dendam ingin liburan atau melakukan perjalanan yang tidak urgen dan pemerintah cegah mobilitas penduduk ketika liburan natal dan tahun baru,” pungkas Pandu Riono.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Mirip Gejala Flu, Tetap Waspadai Ciri-Ciri Virus Corona yang Anda Alami

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×