IsDB Danai Indonesia untuk Perkuat Layanan Ibu dan Anak di 6 RS Vertikal

Kamis, 17 November 2022 | 18:18 WIB   Reporter: Ratih Waseso
IsDB Danai Indonesia untuk Perkuat Layanan Ibu dan Anak di 6 RS Vertikal

ILUSTRASI. Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar ground breaking gedung pelayanan kesehatan ibu dan anak secara serentak di 6 Rumah Sakit Vertikal milik Kemenkes pada Kamis (17/11). Proyek ini merupakan upaya Kemenkes dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Pembangunan gedung dilakukan dengan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IsDB) melalui proyek Penguatan Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Unit Teknis Vertikal.

Proyek tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Islamic Development Bank (IsDB) sebesar 89,3% dan pendanaan pemerintah Republik Indonesia sebesar 10,7%.

Baca Juga: KTT G20, Jokowi Setiri Pejabat IMF, OECD, dan IsDB untuk Makan Siang

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, angka kematian ibu Indonesia nomor dua di Asean. Di mana setiap 100.000 kelahiran ada 305 kematian ibu saat melahirkan.

Sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh pendarahan hebat, hipertensi atau infeksi. Budi menyebut, kondisi itu sebenarnya dapat dicegah pada semua ibu melalui perawatan medis yang tepat.

“Sangat penting dilakukan peningkatan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan ibu dan anak," kata Budi dalam Ground Breaking gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di 6 RS Vertikal secara virtual, Kamis (17/11).

Maka, Budi mengatakan bahwa penting bagi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Dengan dukungan pendanaan uang diperoleh dari IsDB ini, diharapkan dapat mendorong adanya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di 6 RS vertikal milik Kemenkes.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Daya Dinamika Sarana Catat Kenaikan Tes PCR Hingga 100%

"Saya sangat berterima kasih kepada IsDB yang telah memberikan dukungan anggaran sebesar US$ 293 juta untuk memperluas enam rumah sakit nasional untuk fasilitas kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Adapun 6 rumah sakit pelayanan terpadu vertikal di 5 provinsi, yakni Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Persahabatan Provinsi DKI Jakarta; Rumah Sakit Dr Hasan Sadikin di Bandung, Provinsi Jawa Barat; RSUP Dr. Sardjito di Provinsi D.I Yogyakarta; RSUP Prof.I.G.N.G. Ngoerah di Denpasar, Provinsi Bali; dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pembangunan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 untuk menurunkan rasio kematian ibu (AKI) menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran; mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada bayi baru lahir dan balita; mengurangi angka kematian neonatal menjadi setidaknya kurang dari 12 per 1.000 kelahiran; serta menurunkan angka kematian balita hingga serendah 25 per 1.000 kelahiran.

Selain pembangunan gedung dan penyediaan peralatan, ruang lingkup proyek ini juga mencakup upaya peningkatan kualitas pelayanan melalui peningkatan kompetensi SDM rumah sakit, peningkatan kapasitas tanggap darurat rumah sakit, peningkatan teknologi informasi rumah sakit, dan kerjasama penelitian klinis.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Naik Lagi, Ini Pilihan Saham Kesehatan Yang Perlu Dipantau

Melalui proyek ini, diharapkan rumah sakit pelayanan terpadu vertikal penerima dana IsDB dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, membantu mendukung jaringan rujukan ibu dan anak, serta berkontribusi dalam peningkatan status kesehatan ibu dan anak, mengurangi kematian akibat kanker anak, dan meningkatkan kesehatan pernapasan.

Perwakilan dari Grup Islamic Development Bank Presiden Muhammad Al Jasser, menyampaikan bahwa IsDB merasa terhormat menjadi mitra kuat Indonesia dalam pelaksanaan agenda transformasi kesehatan yang menginspirasi ini.

“Ini akan berlanjut dengan Proyek Rumah Sakit Onkologi yang akan datang. IsDB percaya ini hanyalah awal dari era baru di mana Indonesia bergandengan tangan dengan IsDB untuk menghadirkan solusi berkelanjutan bagi kebutuhan paling mendesak dari rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru