kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.544   14,00   0,08%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

​Inilah penyebab dan faktor risiko kehamilan ektopik


Rabu, 10 Maret 2021 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi ibu hamil


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik adalah saat sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim wanita. 

Pada 90% kasus kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi justru tumbuh di tuba falupi atau saluran tuba karena sel telur gagal untuk menjangkau rahim. 

Selain itu, terdapat beberapa kasus kehamilan ektopik, janin justru tumbuh di rongga perut. 

Dirangkum dari Web MD, hal ini dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa jika kehamilan ektopik terganggu (KET) atau pecah dan membutuhkan perawatan medis segera.

Baca Juga: ​12 Cara mempersiapkan gentle birth, melahirkan minim rasa sakit dan trauma

Penyebab kehamilan ektopik dan faktor risikonya

Salah satu penyebab kehamilan ektopik adalah kerusakan pada tuba falopi sehingga bisa mencegah sel telur yang telah dibuahi masuk ke rahim.

Seorang perempuan lebih mungkin mengalami kehamilan ektopik jika:

  • Memiliki penyakit radang panggul (PID)
  • Merokok
  • Berusia lebih dari 35 tahun
  • Menderita infeksi menular seksual
  • Memiliki jaringan parut akibat operasi panggul
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  • Mencoba melakukan ligasi tuba (tabung diikat) atau pembalikan ligasi tuba
  • Menggunakan obat kesuburan
  • Memiliki perawatan kesuburan seperti fertilisasi in vitro (IVF)

Selanjutnya: ​Kehamilan ektopik: Gejala, penyebab, dan penanganan hamil di luar kandungan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×