Tips Sehat

Ini manfaat kurma untuk kesehatan tubuh

Senin, 27 April 2020 | 16:11 WIB Sumber: Kompas.com
Ini manfaat kurma untuk kesehatan tubuh

ILUSTRASI. Ilustrasi. Buah kurma

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Buah kurma baik dikonsumsi saat buka puasa pada bulan Ramadhan. Sebab buah ini memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan.

Sejumlah penelitian juga telah membuktikan bahwa manfaat kurma untuk kesehatan tidak hanya untuk mereka yang berpuasa, tetapi juga bagi yang sedang diet. 

Melansir Healthline, Sabtu (25/4/2020), varietas kurma yang paling umum dikonsumsi adalah kurma Medjool dan Deglet Noor.

Baca Juga: Ini waktu yang baik untuk minum kopi saat menjalankan puasa Ramadhan

Berikut manfaat kurma untuk kesehatan yang baik dikonsumsi saat buka puasa ataupun sahur selama bulan Ramadhan. 

Kurma kaya akan nutrisi 

Kurma memiliki riwayat nutrisi yang sangat baik. Sebab, buah ini dikeringkan, sehingga kandungan kalori kurma lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar. 
Kandungan kalori kurma mirip dengan buah-buahan kering lainnya, seperti kismis dan buah ara. Kendati mengandung kalori yang tinggi serat, kurma ternyata juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting. 

Selain itu, menurut National Institute of Health (NCBI), kurma juga memiliki antioksidan yang tinggi, yang berkontribusi pada banyak manfaat kesehatan.   

Buah kurma tinggi serat 

Selama berpuasa, kebutuhan serat untuk tubuh juga harus terpenuhi. Mendapatkan serat yang cukup sangat penting untuk kesehatan.

Dengan mengkonsumsi satu porsi kurma sekitar 100 gram, selama puasa, maka asupan serta yang dibutuhkan oleh tubuh dapat meningkat. Manfaat serta sangat baik bagi kesehatan pencernaan, yakni mencegah sembelit. 

Dalam sebuah penelitian terhadap 21 orang yang mengkonsumsi 7 kurma per hari selama 21 hari, mengalami peningkatan frekuensi buang air besar yang signifikan dibandingkan ketika mereka tidak makan kurma.
 
Lebih jauh, manfaat kurma selain kaya serat, juga memiliki manfaat dalam mengontrol gula darah. Sebab, serat dapat memperlambat pencernaan dan dapat membantu mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan. 
Jadi, kandungan kurma sangat baik dikonsumsi setelah makan, baik saat buka puasa maupun sahur.

Antioksidan kurma bantu lawan penyakit 

Dalam jurnal penelitian yang dipublikasikan NCBI, menunjukkan bukti kandungan kurma yang sangat baik bagi tubuh. Buah kurma (Phoenix dactylifera) menyediakan berbagai antioksidan yang memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk pengurangan risiko beberapa penyakit.

Baca Juga: Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari selama menjalankan puasa ramadan

Antioksidan dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas, yang merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh. 
Dibandingkan dengan jenis buah yang serupa, seperti buah ara dan buah prem kering, kurma tampaknya memiliki kandungan antioksidan tertinggi.

Ada tiga antioksidan penting dan paling kuat yang terkandung dalam satu buah kurma. Flavonoid, yakni antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan. 
Manfaatnya telah diteliti dengan baik dalam mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer dan beberapa jenis kanker. 

Karotenoid dalam kurma juga terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, serta mengurangi risiko gangguan terkait mata, seperti degenerasi makula. 
Asam fenolik pada kurma dikenal sebagai anti-inflamasi alami yang dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Meningkatkan fungsi otak 

Mengkonsumsi buah kurma, baik saat puasa, diet atau setiap hari juga dapat bermanfaat baik bagi kesehatan otak. 

Studi yang dilakukan di laboratorium menemukan kurma bermanfaat untuk menurunkan gejala inflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6) pada otak. Tingkat IL-6 yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer. 

Selain itu, penelitian pada hewan juga menunjukkan manfaat kurma dalam mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak.

Meningkatkan potensi persalinan normal 

Dalam studi yang dilakukan pada 69 wanita hamil yang mengkonsumsi enam buah kurma per hari selama empat minggu sebelum hari persalinan, menunjukkan 20 persen kemungkinan untuk melahirkan secara normal. 

Studi lain juga menunjukkan, 154 wanita hamil yang mengkonsumsi kurma, kemungkinan untuk mendapatkan induksi saat persalinan sangat kecil, dibandingkan mereka yang tidak makan kurma. 

Kurma diketahui mengandung tanin, yang merupakan senyawa yang terbukti membantu kontraksi secara alami. Kurma juga merupakan sumber gula alami dan kalori yang baik, yang diperlukan ibu hamil untuk mempertahankan energinya selama persalinan.

Kurma adalah pemanis alami

Fruktosa adalah jenis gula alami yang banyak ditemukan dalam buah dan kandungan tertinggi pemanis alami ini ada pada kurma. 

Jika saat berbuka puasa dianjurkan untuk makan-makanan yang manis, kurma adalah buah yang tepat karena mengandung pemanis alami yang baik untuk tubuh. 
Diungkap Untuk alasan ini, kurma memiliki rasa seperti karamel yang halus. Mereka menjadi pengganti gula yang sehat, yang kaya akan serat dan antioksidan baik bagi tubuh. 

Penting untuk dicatat, meskipun kurma tinggi serat dan kaya nutrisi, namun kalorinya masih cukup tinggi, sehingga paling baik dikonsumsi dalam jumlah sedang. 

Manfaat kurma untuk kesehatan tulang 

Salah satu manfaat kurma dengan kandungan fosfor di dalamnya yang dinilai baik bagi kesehatan tulang. Selain fosfor, kandungan mineral lain yang dimiliki kurma yakni kalium, kalsium, dan magnesium.

Semua potensi yang terkandung dalam kurma ini telah dipelajari dalam mencegah kondisi terkait tulang seperti osteoporosis. Kurma telah diklaim memiliki beberapa manfaat kesehatan lain yang belum diteliti secara luas.

Kendati demikian, mengkonsumsi kurma saat buka puasa maupun sahur, atau saat diet ternyata memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan.(Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas)

Baca Juga: Terlalu sering makan gorengan bisa memicu penyakit mematikan dan obesitas

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Manfaat Kurma untuk Kesehatan Saat Buka Puasa dan Sahur", 

Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru