CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ini dia penyebab gemuk yang jarang diketahui


Kamis, 29 Agustus 2019 / 22:55 WIB

Ini dia penyebab gemuk yang jarang diketahui
ILUSTRASI. Ilustrasi Obesitas


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berat badan yang terus bertambah tak melulu disebabkan karena kita mengonsumsi kalori lebih tinggi dari seharusnya. Jika berat badan naik sedikit setelah pulang dari liburan atau mungkin baru merayakan hari raya, mungkin wajar.

Tapi, jika kehidupan rasanya berjalan normal saja dan saat kita menimbang berat badan tiba-tiba kenaikannya mencapai 5 kilogram, wajar jika kita kaget, bahkan panik. Ada beberapa penyebab yang tidak kita sadari ternyata merupakan pemicu gemuk.

- Gangguan hormon insulin

Jika belakangan ini Anda berjuang untuk menurunkan berat badan dan semua usaha seperti tak membuahkan hasil, mungkin perlu dicek apakah ada insulin resistan atau prediabetes. Kondisi tersebut ditandai dengan kadar gula darah puasa di atas normal, yakni 80-100 mg/dL, namun belum tergolong diabetes.

Kadar insulin yang tinggi membuat tubuh berada dalam mode "penyimpanan" dan membuat penurunan berat badan jadi makin sulit. Cara terbaik mengembalikan fungsi insulin sebelum terlambat menjadi diabetes adalah memperbaiki pola makan.

Pilih makanan rendah karbohidrat dan gula dan lebih aktif secara fisik karena otot yang dipakai akan merespon insulin lebih baik. Gangguan hormonal lain adalah hipotiroid, yakni kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon sehingga metabolisme melambat dan berat badan naik.

Baca Juga: Sibuk kerja kantoran, ini olahraga sederhana yang mudah Anda lakukan

- Stres dan kelelahan

Stres, lelah, dan susah tidur, bisa memengaruhi metabolisme karena perubahan hormonal, terutama yang memengaruhi rasa lapar dan kenyang. Penelitian yang dilakukan di Swedia terhadap 3.800 wanita selama 20 tahun mengungkap, makin stres kita di tempat kerja, makin naik berat badan.

Stres juga memengaruhi kemampuan kita untuk tidur nyenyak. Padahal, kita tahu kurang tidur akan mengganggu metabolisme dan rasa lapar.

- Porsi makan mungkin lebih besar

Banyak orang yang tidak menyadari porsi makannya sebenarnya lebih besar dari yang kira. Penelitian juga menemukan, setelah disajikan makanan dalam porsi besar di luar rumah, mereka cenderung akan makan dengan porsi yang sama di rumah.

Baca Juga: Agar tetap sehat, waspadai kandungan kalori dalam minuman kopi kekinian

- Makan di waktu yang salah

Walau porsi makan kita tidak besar, tapi jika kita mengonsumsinya di waktu yang salah, pengaruhnya akan terasa pada berat badan. Misalnya, setelah pindah kerja dan kesibukan bertambah, kita terbiasa makan malam jam 8 malam.

Ada kaitan antara irama sirkadian dengan asupan kalori. Ini berarti, yogurt yang kita makan di jam makan siang kemungkinan akan menyebabkan berat badan bertambah jika kita mengonsumsinya sebelum tidur.

- Makanan sehat tapi tinggi kalori

Anda mungkin mengonsumsi makanan organik, beragam sayuran, dan direkomendasikan ahli gizi. Ketika mengonsumsi makanan sehat, tetap perhatikan sinyal lapar dan kenyang.

Seringkali makanan sehat perlu dikonsumsi dalam porsi besar supaya kita merasa puas dan kenyang. Cobalah untuk makan secara sadar. Anggaplah waktu makan itu seperti pergi ke bioskop. Kita mematikan ponsel dan memberi perhatian penuh pada apa yang di piring.

Baca Juga: Ketahui Makanan dan Jenis Olahraga yang Sesuai dengan Gen Anda

- Faktor usia

Setiap kita berulang tahun, ada perubahan yang tidak bisa tolak terjadi pada tubuh, yaitu melambatnya metabolisme istirahat basal. Bertambahnya usia juga membuat kita makin tidak aktif dan lebih lelah, tubuh jug akan kehilangan massa otot.

Jadi, meski kita sudah berolahraga dengan durasi yang sama dan membatasi makan, sama seperti saat berusia lebih muda, tubuh tetap akan membakar kalori lebih sedikit. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya, yaitu melakukan latihan yang lebih membentuk otot, karena bagian tubuh ini membakar kalori lebih efektif.

Tingkatkan metabolisme dengan mengganti asupan karbohidrat dengan protein, karena bahan makanan ini membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penyebab Gemuk yang Jarang Diketahui


Sumber : Kompas.com
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0026 || diagnostic_web = 0.2059

Close [X]
×