kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini delapan tanda awal serangan jantung yang penting diketahui


Selasa, 26 November 2019 / 11:33 WIB
Ini delapan tanda awal serangan jantung yang penting diketahui
ILUSTRASI. Ada tanda peringatan yang mungkin muncul bahkan berbulan-bulan sebelum serangan jantung terjadi.

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan hampir 735.000 orang mengalami serangan jantung setiap tahun di AS. Penyakit jantung membunuh hingga 610.000 orang Amerika setiap tahun.

Serangan jantung adalah keadaan darurat medis yang serius. Kondisi ini biasanya memengaruhi orang-orang yang obesitas, orang dengan diabetes, orang yang sedang menjalani diet yang buruk, secara fisik tidak aktif, dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah tinggi.

Untungnya, serangan jantung dapat dicegah. Mendeteksi tanda-tandanya secara dini dapat membantu mengurangi risiko kematian.

Jika diperhatikan, sebenarnya ada tanda peringatan yang mungkin muncul bahkan berbulan-bulan sebelum serangan jantung terjadi. CDC mengatakan hampir 47% dari semua kematian jantung mendadak di AS terjadi di luar rumah sakit.

Memantau tanda-tanda peringatan dan mencari perawatan dapat membantu meningkatkan peluang bertahan hidup. Berikut delapan tanda serangan jantung yang penting diketahui:

1. Detak jantung tak teratur

Detak jantung yang tidak teratur yang berlangsung 1 hingga 2 menit dapat mengindikasikan serangan jantung yang semakin dekat. Munculnya gangguan irama jantung atau aritmia, yang juga disertai dengan kecemasan, terutama pada wanita. Jika perubahan mendadak dalam detak jantung membuatmu merasa pusing dan lelah, kunjungi dokter untuk perawatan segera.

2. Keringat berlebihan

Orang yang berisiko tinggi terkena serangan jantung mungkin berkeringat lebih banyak dari orang normal di siang hari dan di malam hari. Ini terjadi meskipun suhu udara atau tak terlalu panas dan sedang tidak melakukan banyak gerakan. Gejala ini biasanya menyerang wanita.

Baca Juga: Siap bertarung di Pilpres AS, ini profil Bloomberg dan Trump

3. Sakit perut

Nyeri perut didiagnosis pada 50% kasus serangan jantung. Baik pria maupun wanita mungkin mengalami mual, baik pada saat perut kosong maupun penuh, merasa kembung atau perut kembung berminggu-minggu sebelum masalah jantung muncul. Indikasi umum bahwa nyeri perut dikaitkan dengan serangan jantung potensial adalah bahwa kondisi tersebut berhenti dan kembali dalam waktu yang singkat.

4. Kelelahan

Ini biasanya memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Ini bisa menjadi tanda serangan jantung ketika Anda merasa kelelahan luar biasa, meskipun melakukan aktivitas kecil. Diperkirakan 70% wanita mengalami kelelahan.

Ini dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan kurangnya energi dan motivasi. Tingkat kelelahan umumnya meningkat pada akhir hari.

Baca Juga: Penelitian WHO, remaja di seluruh dunia malas olahraga

5. Masalah pernapasan

Kondisi yang disebut dyspnea terjadi ketika orang berjuang untuk mengambil napas dalam-dalam dan mendapatkan cukup udara ke paru-paru mereka. Ini berkontribusi hingga 40% dari kasus serangan jantung yang tercatat.

Dyspnea kemungkinan mulai muncul enam bulan sebelum serangan jantung menyerang, menurut MyLondon.

6. Insomnia

Banyak orang yang mengalami serangan jantung dilaporkan mengalami masalah tidur yang mengarah ke kejadian tersebut. Mereka juga merasakan tingkat kecemasan yang tinggi dan kurangnya konsentrasi. Insomnia yang berhubungan dengan jantung mungkin melibatkan kesulitan memulai tidur, sulit tidur nyenyak, dan bangun pagi.

Baca Juga: Minum kopi sebelum sarapan, baik atau buruk?

7. Rambut rontok

Semua orang tahu bahwa ambut rontok adalah efek penuaan. Namun, dalam beberapa kasus juga bisa menjadi gejala serangan jantung. Para ahli mengatakan, seseorang bisa tiba-tiba kehilangan rambut karena kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi dalam tubuh mereka.

8. Sakit dada

Rasa sakit biasanya memengaruhi lengan kiri, rahang bawah, leher, bahu atau perut. Namun, mungkin sulit untuk mengidentifikasi nyeri dada sebagai gejala serangan jantung, karena hanya pasien yang dapat mengidentifikasi daerah yang terasa nyeri.

Baca Juga: Apakah penderita diabetes boleh makan telur?

Ketika seseorang mengalami serangan jantung, berikan aspirin untuk membantu mengencerkan darah dan meningkatkan alirannya. Namun, penting untuk bertanya apakah mereka alergi terhadap obat untuk menghindari komplikasi lain. (Bestari Kumala Dewi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 8 Tanda Awal Serangan Jantung yang Penting Diketahui.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×