kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45905,81   -2,73   -0.30%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Batas Aman Makan Mie Instan & Rekomendasi Pelengkapnya, Jangan Setiap Hari Makan


Jumat, 05 Mei 2023 / 16:27 WIB
Ini Batas Aman Makan Mie Instan & Rekomendasi Pelengkapnya, Jangan Setiap Hari Makan
ILUSTRASI. Ini Batas Aman Makan Mie Instan & Rekomendasi Pelengkapnya, Jangan Setiap Hari Makan.


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Mie instan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia sebagai pengganti nasi.

Selain lezat dan memiliki banyak variasi rasa, memasak mie instan yang praktis menjadi salah satu alasan jenis makanan ini sering dikonsumsi. 

Selain itu mie instan dapat disajikan dengan praktis dan memenuhi selera bagi sebagian besar masyarakat, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Menurut Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Tri Kurniawati, mie instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food).

Baca Juga: Syarat Penting Siswa Gap Year yang Mau Daftar PKN STAN 2023, Hari Ini (5/4) Terakhir  

Hal ini disebabkan karena mie instan belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mie yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan protein, vitamin, dan mineralnya hanya sedikit.

“Pemenuhan kebutuhan gizi mie instan dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein,”ujar Tri Kamis dikutip dari situs UM Surabaya.

Batas maksimal konsumsi mie instan

Meskipun memiliki rasa yang nikmat dan praktis, mie instan dapat membahayakan kesehatan. 

Sebab, dalam sekali penyajian mie instan umumnya mengandung lemak dan natrium yang tinggi, namun rendah serat, vitamin dan mineral.

Pola konsumsi mie instan mempunyai pengaruh positif terhadap obesitas abdominal dan hiperkoles-terolemia.

“Konsumsi mie instan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu berhubungan dengan peningkatan sindrom metabolik yang tinggi pada wanita,”tegasnya lagi.

Pola konsumsi mie instan dapat berkontribusi terhadap pola makan. Konsumsi mie instan yang tinggi cenderung diiringi juga dengan konsumsi makanan fast food lain yang tinggi.

Baca Juga: Ini Perbedaan Materi Tes SBMPTN 2022 dan SNBT 2023, Jangan Sampai Salah

Konsumen yang mengonsumsi mie instan cenderung lebih sedikit mengonsumsi buah dan sayuran.

Tri menegaskan, konsumsi mie lebih baik tidak lebih dari dua bungkus dalam satu minggu dan tidak dijadikan kebiasaan rutin. 

Bila ingin mengonsumsi mie instan sebaiknya diberikan tambahan sayur dan protein seperti telur, ayam, daging serta sumber protein yang lain.

“Waspadai pemakaian mie instan yang di jadikan sebagai lauk atau dimakan hanya dengan nasi. Hal tersebut tidak dianjurkan karena hanya mengandung karbohidrat saja,”jelasTri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×