Ingin Vaksin Covid-19 Booster, Cek Efek Samping dan Peringatan CEO Pfizer

Senin, 24 Januari 2022 | 08:23 WIB   Reporter: Adi Wikanto, Lidya Yuniartha
Ingin Vaksin Covid-19 Booster, Cek Efek Samping dan Peringatan CEO Pfizer

ILUSTRASI. Ingin Vaksin Covid-19 Booster, Cek Efek Samping dan Peringatan CEO Pfizer


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Vaksin Covid-19 dosis ketiga atau vaksinasi booster di Indonesia menggunakan tiga produk, yakni Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca. Jika Anda ingin vaksin Covid-19 menggunakan Pfizer, kenali efek samping yang terjadi serta peringatan dari CEO Pfizer berikut ini.

Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan 5 vaksin Covid-19 untuk booster yakni Sinovac, Zifivax, Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca.

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, saat ini, vaksin Covid-19 booster dibutuhkan untuk mempertahankan efikasi vaksin terhadap infeksi Covid-19. Vaksin Covid-19 booster ini juga sesuai dengan rekomendasi WHO.

Penny juga memastikan, vaksin Covid-19 yang mendapatkan EUA ini sudah melalui proses-proses evaluasi bersama Tim Ahli Komite Nasional Penilai Obat atau Baksin. "Dan telah mendapatkan rekomendasi memenuhi persyaratan yang ada sehingga bisa dilanjutkan dengan proses pemberian EUA," jelas Penny dalam Konferensi Pers Vaksin Covid-19 Dosis Booster, Senin (10/1).

Nah, jika Anda akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 booster Pfizer, berikut efek samping yang biasa terjadi

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik, PPKM Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Apakah Akan Diperketat?

Vaksin booster Covid-19 Pfizer.

Vaksin Covid-19 Pfizer adalah vaksin booster homologous. Vaksin ini diberikan sebanyak 1 dosis, minimal setelah 6 bulan dari vaksinasi primer dan diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.

Dari hasil uji klinis, efek samping vaksin Covid-19 Pfizer yang tidak diinginkan bersifat lokal, dimana unumnya adalah nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, nyeri otot dan sendri, hingga demam atau grade 1 sampai 2. Imunogenisitas vaksin ini mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 3,3 kali setelah 1 bulan diberikan.

Efek samping vaksin Covid-19 booster Pfizer

 

Dilansir dari Kompas.com, sebuah studi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang diterbitkan pada bulan Oktober mengungkap sejumlah efek samping vaksin Covid-19 booster menggunakan Pfizer dan Moderna.

 

Disebutkan, efek samping dari vaksin Covid-19 booster Pfizer dan Moderna mirip dengan yang terlihat pada vaksin utama. Hal ini terlihat dari sakit lengan dan sakit kepala ringan sampai sedang, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, demam, dan nyeri sendi.

Menurut laporan yang akan segera diterbitkan di British Medical Journal, semua efek samping vaksin Covid-19 booster pun bersifat sementara. Selain itu, efek samping vaksin Covid-19 booster ini secara umum, dapat ditoleransi dengan baik oleh para penerimannya.

Sementara itu, menurut William Schaffner -profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine, ada orang yang memiliki lebih sedikit atau lebih banyak efek samping vaksin Covid-19 booster, dibanding suntikan utama.

Sementara itu, Beth Oller -dokter keluarga yang berpraktik di Stockton, Kansas, AS, mengatakan, sebagian besar efek samping yang dia temukan adalah sakit lengan. Kendati demikian, Dr. Schaffner mengungkapkan, reaksinya terhadap vaksin Covid-19 booster yang dia alami sedikit lebih buruk dari injeksi sebelumnya.

Dia mengaku, lengannya sakit selama tiga hari, bukan dua hari serpeti pada injeksi utama. Kondisi yang lantas membuatnya tidur lebih awal dari biasanya. Efek samping serius jarang terjadi Memang, sebelumnya ada beberapa laporan tentang beberapa efek samping yang serius seperti anafilaksis (reaksi alergi yang terkadang mengancam jiwa) dan pembekuan darah pada vaksin Covid-19 awal.

Tetapi, kondisi ini sangat jarang terjadi. CDC pun memperkirakan bahwa anafilaksis terjadi pada tidak lebih dari 2-5 orang per satu juta jiwa saat vaksin awal. Sementara itu, sebuah studi pada Desember 2021 yang diterbitkan di The Lancet menyebut, sekitar lima persen penerima vaksin mengalami reaksi serius.

Namun, reaksi itu terbatas pada efek samping umum, seperti kedinginan dan kelelahan. “Kami tidak mendengar salah satu dari efek samping serius ini meningkat karena booster,” kata Direktur Eksekutif Pengendalian Infeksi di AdventHealth -sistem layanan kesehatan yang beroperasi di 10 negara bagian AS- Vincent Hsu.

Peringatan CEO Pfizer

Dilansir dari Kompas.com, CEO Pfizer Albert Bourla pada Sabtu (22/1/2022) mengatakan suntikan booster Covid-19 setiap empat hingga lima bulan sekali adalah "skenario yang tidak baik".

Menurutnya, vaksin Covid-19 booster tahunan akan menjadi pendekatan yang lebih baik untuk memerangi virus. Bourla mengatakan kepada publikasi Ibrani N12 News dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa cara terbaik untuk memerangi Covid-19 adalah vaksin yang dapat diberikan setiap tahun, bukan dengan booster yang diterima setiap beberapa bulan sekali.

"Ini tidak akan menjadi skenario yang baik," katanya ketika ditanya tentang orang-orang yang mendapatkan suntikan booster setiap empat hingga lima bulan.

"Apa yang saya harapkan adalah bahwa kita akan memiliki vaksin yang bisa diterima setahun sekali. Setahun sekali, ini lebih mudah meyakinkan orang untuk melakukannya. Lebih mudah diingat juga," lanjutnya.

Pfizer meluncurkan vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2020 dengan persetujuan darurat dan pada tahun 2021. Pfizer menjadi satu-satunya pembuat vaksin Covid-19 yang memenangkan persetujuan penuh FDA.

Pfizer juga merupakan satu-satunya perusahaan yang memiliki otorisasi untuk memberikan vaksin Covid-19 booster kepada mereka yang berusia 12 hingga 17 tahun untuk vaksin Covid-19.

Itulah fakta, efek samping dan peringatan penggunaan vaksin Covid-19 booster. Ingat, setelah vaksin harus tetap menjalankan protokol kesehatan ya!

 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru