Ingin radang tengorokan cepat sembuh? Hindari konsumsi makanan dan minuman ini

Rabu, 24 November 2021 | 14:34 WIB Sumber: Kompas.com
Ingin radang tengorokan cepat sembuh? Hindari konsumsi makanan dan minuman ini

ILUSTRASI. Jus tomat sebaiknya dihindari oleh pasien radang tengorokan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Radang tenggorokan menimbulkan rasa kering, sakit, dan gatal. Ini makanan yang harus dihindari oleh penderita radang tenggorokan. 

Radang tenggorokan tergolong kondisi yang sangat umum. 

Dilansir dari Healthline, ada dua penyebab munculnya radang tenggorokan, yakni infeksi dan faktor lingkungan, seperti udara yang kering. 

Baca Juga: 5 jenis kacang dan biji-bijian yang efektif meredakan nyeri tulang

Sebagian besar kasus radang tenggorokan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. 

Namun, semuanya tergantung kondisi tubuh penderita dan jenis radang yang dialami. 

Radang tenggorokan dibagi menjadi tiga jenis, tergantung oleh bagian tenggorokan yang diserang. 

Berikut ini tiga jenis radang tenggorokan. Faringitis memengaruhi area tepat di belakang mulut. 

Tonsilitis adalah pembengkakan dan kemerahan pada amandel, jaringan lunak di bagian belakang mulut. Laringitis adalah pembengkakan dan kemerahan pada kotak suara, atau laring. 
Saat mengalami salah satu dari tiga jenis radang tersebut, biasanya penderita mengalami kesusahan dalam menelan makanan dan minuman. 

Dirangkum dari Medical News Today, penderita disarankan untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan yang lembut, seperti pisang, sup, bubur, dan lain sebagainya. 

Di samping itu, ada beberapa makanan yang harus dihindari karena dapat memperparah radang tenggorokan. 

Berikut ini daftar makanan yang harus dihindari agar tenggorokan tidak mengalami iritasi. 

1. Makanan yang renyah dan keras 

Makanan yang cenderung memiliki tekstur keras, seperti kerupuk, roti kering, kacang-kacangan, atau sayuran mentah, dapat membuat sakit tenggorokan semakin tidak nyaman. 

Sebaiknya, penderita disarankan untuk mengonsumsi makanan-makanan bertekstur halus agar mudah ditelan. 

2. Buah dan jus jeruk 

Banyak orang beralih ke jus jeruk saat mereka sedang radang tenggorokan. 

Namun, jus jeruk ternyata dapat membuat sakit tenggorokan semakin parah karena keasamannya. 

Keasaman pada jus jeruk dapat mengiritasi permukaan tenggorokan yang sudah lunak. 

Selain itu, penelitian lain berjudul “Vitamin C in the Prevention and Treatment of the Common Cold” mengatakan bahwa konsumsi vitamin C belum terbukti menyembuhkan sakit tenggorokan. 

3. Makanan asam dan asinan 

Meskipun tampak segar dan menggoda, makanan asam dan asinan sebaiknya dihindari. 

Makanan yang dibuat dengan cuka atau garam, seperti acar, dapat memperburuk radang sakit tenggorokan. 

Seperti buah jeruk, makanan ini mengandung tingkat keasaman tinggi sehingga dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan yang lunak. 

4. Jus dan saus tomat 

Sama seperti jus jeruk, tomat juga mengandung asam. 

Oleh karena itu, tomat menjadi pilihan yang buruk bagi penderita sakit tenggorokan. 

5. Bumbu tertentu 

Beberapa bumbu dapat meredakan sakit tenggorokan. 

Namun, beberapa bumbu lainnya, seperti cabai, saus pedas, dan pala, malah dapat memperparah peradangan. 

Dilansir dari Naturally Sassy, bumbu-bumbu ini memicu kelenjar ludah untuk memproduksi lendir di tenggorokan. 

Penumpukan lendir menyebabkan penderita lebih sering mengeluarkan dahak sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. 

Oleh karena itu, bumbu-bumbu tersebut perlu dihindari. Sebagai gantinya, gunakan bumbu-bumbu yang memiliki cita rasa halus, seperti bawang putih, kunyit, dan lain sebagainya. 

6. Alkohol 

Minuman dan obat kumur yang mengandung alkohol dapat menyebabkan sensasi perih di tenggorokan. 

Selain itu, alkohol juga menyebabkan dehidrasi sehingga memperparah kondisi orang yang sakit tenggorokan.(Galih Pangestu Jati) 

Baca Juga: Ini minuman herbal yang efektif meningkatkan daya tahan tubuh

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Makanan yang Harus Dihindari saat Radang Tenggorokan",

Selanjutnya: 10 Skill ini banyak dibutuhkan perusahaan di masa depan, sudah ada yang Anda kuasai?

Editor: Tri Sulistiowati
Terbaru