IDI Mengingatkan Potensi Penularan Covid-19 Lewat Cipika-cipiki saat Lebaran

Selasa, 03 Mei 2022 | 09:06 WIB Sumber: Kompas.com
IDI Mengingatkan Potensi Penularan Covid-19 Lewat Cipika-cipiki saat Lebaran

ILUSTRASI. Meski Idul Fitri sudah dapat dirayakan secara bersama tetapi risiko penularan Covid-19 masih ada.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menyarankan masyarakat untuk menahan diri tidak melakukan tradisi mencium pipi kanan dan pipi kiri (cipika-cipiki) saat Lebaran. Menurut dia, meski Idul Fitri sudah dapat dirayakan secara bersama tetapi risiko penularan Covid-19 masih ada.

"Mengenai cipika-cipiki, itu berbahaya. Mengapa? Karena bagaimanapun kalau pakai masker masih ada sedikit virus yang bisa keluar. Jadi meski kalau sedikit tidak menular namun kalau dengan banyak orang akhirnya jumlah virus yang disaluran napas menjadi banyak," ujar Zubairi, Minggu (1/5). "Jadi cipika-cipiki jangan dikerjakan," tegas Zubairi.

Dia pun mengatakan, baiknya masyarakat berbagi rasa suka-cita saat bersilaturahim dengan cara lain. Selain itu, dia juga mengkhawatirkan kondisi saat masyarakat mengobrol sembari makan saat halalbihalal.

Baca Juga: Ada Penambahan 633.661 Dosis Vaksinasi Covid-19 Pada Lebaran Hari Pertama

Pasalnya, hal tersebut telah menjadi kebiasaan di tengah-tengah masyarakat, yakni pemilik rumah menyediakan makanan ringan maupun berat. Di tengah-tengah tradisi tersebut, mereka akan membuka masker lantaran harus memakan hidangan.

"Kan ada waktu makan, selalu buka masker, itu yang masih berisiko," ujar Zubairi. Dia pun menyarankan agar masyarakat yang ingin mengadakan halalbihalal untuk menyiapkan paket makanan berupa snack maupun nasi dengan lauk pauk.

"Atau ya umumkan saja mohon maaf karena wabah meski amat menurun namun belum nol, tiap hari masih ada ratusan orang terinfeksi di Indonesia. Jadi kali ini kita tidak sediakan makan bersama," ucap Zubairi.

Baca Juga: Kian Melandai, Kasus Covid-19 Pada Senin 2 Mei 2022 Bertambah 168 Kasus Baru

Tetap pakai masker saat antre sungkeman

Adapun terkait tradisi sungkeman, dia mengatakan sangat mungkin terjadi penularan virus Sars-Cov-2. Namun demikian, risiko tersebut bisa dicegah selama saat mengantre dan melakukan sungkem, masyarakat tertib menggunakan masker.

"Jadi memang ada risiko penularan untuk sungkem. Kan kita berbaris untuk sungkem pada orang yang dihormati, dalam hal ini ayah atau ibu, nah itu berbaris berisiko karena berdekatan, sungkem juga berisiko," ujar Zubairi.

"Namun, risiko tidak terlalu tinggi. Jadi menurut saya masih bisa, silakan (untuk sungkeman), namun selalu harus pakai masker selama proses antre untuk sungkem dan saat sungkem," lanjut dia.

Baca Juga: 5 Cara Merayakan Idul Fitri yang Aman saat Pandemi Covid-19

Zubairi menambahkan, saat tradisi sungkeman berakhir, masyarakat tak boleh lupa untuk mencuci tangan. Pasalnya saat sungkeman, tak hanya tangan satu orang saja yang dipegang, namun juga tangan dari banyak kerabat lainnya.

Untuk masker yang digunakan pun Zubairi menyarankan untuk memakai masker jenis N-95 atau KN-95. "Atau kalau enggak dobel pakai masker bedah yang luarnya biru atau hijau itu," ujar Zubairi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ingatkan Potensi Penularan Covid-19 Lewat Cipika-cipiki saat Lebaran, IDI: Jangan Dikerjakan.
Penulis: Dian Erika Nugraheny
Editor: Diamanty Meiliana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru