Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.380
  • EMAS665.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Hati-hati, urine berbusa bisa jadi penanda penyakit serius

Minggu, 21 April 2019 / 08:55 WIB

Hati-hati, urine berbusa bisa jadi penanda penyakit serius
ILUSTRASI. Buang Air Kecil

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tanpa disadari, tubuh sering memberikan tanda-tanda yang menunjukkan suatu penyakit yang kita derita. Salah satunya dengan melihat kondisi urine saat buang air kecil, apakah berbusa atau tidak.

Bila kamu sering mengalami urine yang berbusa setiap buang air sebaiknya hati-hati karena bisa jadi kamu mengidap penyakit serius. Banyak dari kita yang mengira jika urin yang berbusa diakibatkan karena proses pengeluaran urin yang terlalu cepat akibat kandung kemih yang terlalu penuh.


Meski pemikiran tersebut tidak salah, namun tanpa kita sadari urin yang berbusa bisa jadi pertanda jika kita mengidap penyakit yang serius. Urin normal dan sehat akan keluar berwarna kuning pucat sampai kuning pekat.

Hanya karena faktor obat-obatan dan gejala penyakitlah yang membuat urin mengalami perubahan warna dan berbusa. Bila sesekali urin berbusa, mungkin merupakan faktor kandung kemih penuh yang dijelaskan seperti di atas, namun bila terus menerus harus diperiksakan ke dokter.

Dilansir dari Healthline, beberapa penyebab urin berbusa di antaranya adanya berbagai masalah kesehatan dan juga masalah tubuh. Urin berbusa bisa karena kandungan yang terkonsentrasi, ketika seseorang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Urin yang berbusa juga bisa mengandung lemak, sebagai petujuk orang tersebut terlalu banyak protein, seperti albumin. Protein dan urin akan bereaksi dan menciptakan busa saat buang air kecil.

Bisa juga karena ginjal mengalami permasalahan. Ginjal merupakan filter tubuh, sehingga bila ada masalah pada ginjal, air kencing bisa jadi pertanda gangguannya.

Ginjal yang rusak atau terganggu tidak bisa menyaring racun dengan sempurna, sehingga protein pada ginjal mengalir langsung ke urin atau disebut proteinuria.

Proteinuria merupakan tanda penyakit ginjal kronis atau tahap air yang sering disebut ginjal stadium akhir. Lalu apa saja risiko penyakit karena urin berbusa?

Protein atau lemak yang keluar bersama urin dalam bentuk busa bisa menjadi pertanda beberapa penyakit ini:

1. Diabetes
2. Ginjal kronis
3. Tekanan darah tinggi.
4. Kerusakan saraf

Meski begitu, bukan hanya urin berbusa yang jadi penandanya. Ada gejala lain yang memungkinkan menjadi tanda penyakit serius yang mengiringi urin berbusa:

1. Bengkak pada kaki, tangan, wajah, atau perut karena cairan ginjal yang rusak
2. Kelelahan
3. Kehilangan napsu makan
4. Mual dan muntah
5. Sulit tidur
6. Menahan orgasme pada laki-laki.

Bila sudah mulai khawatir memiliki gejala dan tanda tersebut, tak ada salahnya memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter atau rumah sakit terdekat! 


Sumber : Grid
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Mudik Smart 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0462 || diagnostic_web = 0.3142

Close [X]
×