kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Hasil penelitian, sembuh dari Covid-19 bisa kebal virus corona


Kamis, 19 November 2020 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pasien COVID-19 yang telah sembuh meluapkan ekspresinya sebelum keluar dari Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Jalan Indrapura, Surabaya, Jawa Hasil penelitian, sembuh dari Covid-19 bisa kebal virus corona. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pasien yang sembuh dari Covid-19 bakal memiliki kekebalan dari virus corona. Namun, kekebalan tubuh dari virus corona hanya berlangsung sementara.

Sebuah studi yang dipublikasikan secara online di bioRxiv.org pada 5 November lalu mengungkap fakta terkait imunitas. Disebutkan, imunitas terhadap SARS-COV-2 dapat bertahan enam bulan atau lebih setelah orang pulih dari infeksi.

Kesimpulan ini muncul setelah para peneliti mengumpulkan sampel darah dari 149 penyintas Covid-19 di awal pandemi. Mereka lalu menganalisisnya untuk mengetahui sel-sel kekebalan yang membuat antibodi dapat menghalangi virus corona memasuki kembali ke dalam sel.

Satu bulan setelah infeksi, semua penyintas memiliki antibodi penangkal virus corona. Enam bulan setelah infeksi, antibodi tersebut lebih kuat dan lebih baik dalam melawan virus yang bermutasi.

Baca juga: Maybank tidak bisa ganti dana nasabah yang hilang Rp 72 juta di Solo, ini alasannya

Menurut tim di Howard Hughes Medical Institute, penemuan ini menunjukkan, sistem kekebalan orang yang pernah terinfeksi mungkin lebih siap untuk melawan virus jika mereka terpapar lagi. "Kabar baiknya adalah bahwa orang yang terinfeksi sangat kecil kemungkinannya untuk menjadi sakit lagi, setidaknya selama enam bulan." Demikian dikatakan oleh salah satu penulis studi, yang merupakan ahli imunologi di The Rockefeller University, New York City, Amerika Serikat, Dr Michel Nussenzweig.




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

[X]
×