Penyakit Menular

Gen misterius ditemukan tersembunyi dalam virus corona

Rabu, 11 November 2020 | 13:52 WIB Sumber: Kompas.com
Gen misterius ditemukan tersembunyi dalam virus corona

ILUSTRASI. Riset terbaru menunjukkan, sebuah gen bernama ORF3d baru saja diidentifikasikan di dalam SARS-CoV-2

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Riset terbaru menunjukkan, sebuah gen bernama ORF3d baru saja diidentifikasikan di dalam SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19. Penemuan gen ORF3d ini disebut para peneliti bisa memiliki dampak luar biasa dalam upaya kita menghentikan Covid-19. 

Dilansir dari Science Alert dan Bioquick News; gen ORF3d merupakan contoh gen yang saling tumpang tindih (overlapping) atau bisa disebut juga "gen di dalam gen". 

Seperti gen yang saling tumpang tindih lainnya, ia tersembunyi di dalam kode genetis SARS-CoV-2, dan sulit dibaca oleh sistem pemindaian genomik yang diprogram untuk membaca gen per individu. 

Dituturkan oleh pakar bioinformatika Chase Nelson yang juga merupakan penulis utama studi, keberadaan gen yang saling tumpang tindih di dalam SARS-CoV-2 sebetulnya bukanlah hal yang mengejutkan. Pasalnya, meski virus corona seperti SARS-CoV-2 hanya memiliki sekitar 15 gen, ia termasuk salah satu virus RNA terpanjang dalam sejarah. 

Baca Juga: Unpad: Semua subjek uji klinis vaksin corona Sinovac di Bandung sudah disuntik

"Oleh karena itu, mereka mungkin lebih rentan terkena 'tipuan genomik' dibanding virus-virus lainnya," ujarnya. 

Akan tetapi, pada saat ini kita sedang berperang menghadapi virus ini, dan mengetahui sebanyak mungkin mengenai SARS-CoV-2 bisa membantu para peneliti mencari cara untuk menghentikannya. 

Nelson berkata bahwa melewatkan gen-gen yang tumpang tindih (di SARS-CoV-2) bisa meletakkan kita dalam bahaya melewatkan aspek penting dalam biologi virus. Dia mengatakan, gen yang tumpah tindih bisa jadi salah satu gudang senjata yang dikembangkan oleh virus corona untuk bereplikasi secara efisien, menggagalkan imunitas inang atau membuat mereka lebih mudah ditularkan.

Baca Juga: Inilah gangguan mental yang kerap dialami penyintas Covid-19

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru