Gejala Covid-19 bisa terlihat dari kuku kaki dan tangan

Jumat, 07 Mei 2021 | 09:31 WIB Sumber: Kompas.com
Gejala Covid-19 bisa terlihat dari kuku kaki dan tangan

ILUSTRASI. Gejala Covid-19 bisa terlihat dari kuku kaki dan tangan

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Gejala Covid-19 ada beragam rupa, mulai dari demam, batuk, flu, diare hingga kehilangan kemampuan mencium baru atau anosmia. Namun, kini ada tanda baru yang merupakan gejala Covid-19, yakni dari kuku.

Peneliti utama aplikasi Zoe Covid Symptom Study, Tim Spector membagikan foto munculnya gejala Covid-19 dari kuku di akun Twitter miliknya. Dia menunjukkan bahwa gejala Covid-19 pada kuku semakin dikenal karena meninggalkan garis yang jelas.

Garis yang disebut sebagai garis Beau itu memiliki alur atau lekukan horizontal di lempeng kuku dan dapat disebabkan oleh gangguan pertumbuhan kuku karena cedera atau penyakit. Laporan kasus yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan mencatat fenomena tersebut telah tercatat pada pasien Covid-19 di tempat lain.

Seorang pria berusia 45 tahun mengalaminya di kuku jari tangan dan kakinya, tiga setengah bulan sebelum didiagnosis positif Covid-19. Gejalanya berlangsung selama 10 hari dan dia tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Kasus Covid-19 di India terus meningkat, ini penyebabnya

Tanya Bleiker, presiden British Association of Dermatologists mengatakan kepada HuffPost UK bahwa gejala pada kuku ini juga disaksikan oleh para dermatolog pada pasien Covid-19. "Perubahan ini telah lama dikenal sebagai 'garis Beau' dan merupakan lekukan melintang di kuku jari tangan dan terkadang kuku kaki," terangnya.

Lekukan cenderung muncul pada kuku tangan antara dua dan tiga minggu setelah penyakit dan kemudian timbul sedikit pada kuku kaki. Penting untuk diketahui bahwa garis Beau ini tidak hanya terjadi pada penderita Covid-19 saja.

Jadi, itu bukan tanda pasti seseorang terkena virus. Sebab, garis ini juga bisa menjadi tanda penyakit lainnya, termasuk trauma pada kuku, eksim, malnutrisi parah, hipertensi, epilepsi, gagal ginjal, dan efek kemoterapi.

Editor: Adi Wikanto
Terbaru