Penyakit Menular

Gejala campak, faktor risiko, dan komplikasi yang bisa terjadi

Rabu, 23 September 2020 | 12:40 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Gejala campak, faktor risiko, dan komplikasi yang bisa terjadi

ILUSTRASI. Gejala campak bisa dihindari dengan vaksin.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Campak atau rubeola adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus. Meski bisa dicegah dengan vaksin, masih ada kemungkinan seseorang mengalami penyakit ini.

Maka dari itu, gejala campak perlu Anda perhatikan agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Gejala campak

Gejala campak muncul 10 hingga 14 hari setelah tubuh terinfeksi virus. Mengutip dari Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang biasanya dirasakan seseorang.

Gejala-gejala tersebut meliputi demam, batuk kering, hidung berair, sakit tenggorokan, dan mata bengkak atau konjungtivitis.

Selama dua hingga tiga minggu, gejala campak terus berkembang dalam beberapa fase. Setelah melewati masa inkubasi 10 hingga 14 hari, gejala-gejala itu akan berlangsung selama dua hingga tiga hari.

Baca Juga: Manfaat lain vaksin campak

Setelah itu, gejala campak yang muncul adalah ruam yang terdiri dari bintik merah. Ruam muncul pertama kali di wajah, kemudian menjalar ke paha dan kaki. Pada tahap ini, seseorang bisa mengalami demam tinggi.

Seseorang yang menderita campak bisa menularkan penyakit ke orang lain. Mayo Clinic menyebutkan, masa penularan adalah delapan hari, yaitu empat hari sebelum dan sesudah gejala campak muncul.

Faktor risiko munculnya gejala campak

Selain karena belum mendapat vaksin, ada faktor lain yang membuat seseorang lebih risiko terkena campak.

Pertama, risiko campak meningkat saat Anda mengunjungi daerah lain di mana penyakit campak sedang menyebar luas.

Kedua, tubuh yang kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko munculnya gejala campak. Jadi, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A.

Baca Juga: Campak, tak hanya menyerang anak-anak

Komplikasi campak

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi karena penyakit campak. Beberapa di antaranya adalah infeksi telinga, pneumonia atau paru-paru basah, bronkitis, dan laringitis.

Jika Anda hamil, usahakan tidak terkena campak karena bisa membahayakan proses kehamilan, seperti kematian dan bayi lahir prematur.

Selanjutnya: Ini beda cacar air dan campak

Editor: Belladina Biananda


Terbaru